ANALISIS PRODUKTIFITAS KAMAR OPERASI DALAM PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL DI INSTALASI BEDAH PUSAT RSU. Dr. SOETOMO SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS

ENDAH BUDIWATI MULJANINGRUM, 090110278/L (2004) ANALISIS PRODUKTIFITAS KAMAR OPERASI DALAM PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL DI INSTALASI BEDAH PUSAT RSU. Dr. SOETOMO SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2007-muljaningr-3738-tka170-k.pdf

Download (693kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2007-muljaningr-3738-tka1707.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Instalasi Bedah Pusat (IBP) merupakan salah satu unit fungsional di lingkungan RSU Dr. Soetomo (RSU. DS) yang secara bertahap telah berubah menjadi strategic business unit (SBU) seiring perubahan bentuk organisasi di Rumah Sakit, unit ini merupakan divisi layanan potensial yang berfungsi untuk memberikan layanan tindakan operasi bedah elektif dengan didukung fasilitas dan peralatan yang moderen. Dengan kondisi yang ada, IBP diharapkan akan menjadi revenue centre bagi RSU. DS melalui kontribusi selisih penerimaan terhadap pengeluaran yang positif untuk menunjang operasional lain di Iingkungan RSU. DS. Berdasarkan observasi awal terhadap kondisi operasional saat ini terlihat bahwa pendayagunaan unit IBP belum optimal, kesimpulan ini diperoleh dengan memperhatikan pencapaian produktifitas kamar operasi (OK) yang belum sesuai dengan keputusan Manajemen RSU. DS yang menetapkan target minimal 3 kegiatan operasi perhari untuk setiap OK. Sebagai gambaran pada tahun 2002 rata-rata penggunaan OK perhari adalah sebesar 1.5 dan pada tahun 2003 rata-rata penggunaan OK perhari adalah sebesar 1.4 sementara prosentase penggunaan rata-rata jam kerja efektif hanya 55.75% sedangkan rata-rata waktu tunggu yang dialami pasien untuk menerima pelayanan pembedahan pada tahun 2002 adalah selama 8 hari dan semakin buruk pada tahun 2003 yaitu 18 hari. Dengan gambaran yang ada jelas terjadi under utility pada pemanfaatan OK di IBP RSU. DS. Rendahnya produktifitas tersebut diduga disebabkan oleh faktor proses bisnis internal, yang terdiri dari aspek: proses inovasi, proses pelayanan, proses penyediaan sarana dan prasarana, proses koordinasi antar unit dan proses pembagian kamar operasi berdasarkan fungsi. Sehingga dapat ditetapkan suatu tujuan umum dari penelitian sebagai berikut: Menyusun rekomendasi rencana strategis untuk meningkatkan produktifitas kamar operasi (OK) di IBP RSU. DS dengan pendekatan perspektif proses bisnis Internal Balanced Scorecard. Penelitian ini merupakan penelitian observational analytic dengan pendekatan cross sectional dan diperdalam dengan in depth interview yang dilaksanakan dengan menggunakan kueioner yang terdiri dari 24 variabel pertanyaan untuk dokter/perawat dan 16 variabel pertanyaan untuk pasien. Informasi tersebut selanjutnya akan di analisis dan hasilnya di jadikan sebagai dasar penyusunan rencana strategis (strategic planning), sasaran dan inisiatif baru dalam meningkatkan produktifitas OK di IBP RSU. DS. Penelitian akan dilaksanakan sesuai dengan lokasi di Instalasi Bedah Pusat RSU. Dr. Soetomo (IBP RSU. DS), dengan populasi penelitian Dokter, Perawat yang melaksanakan operasi/pembedahan di IBP RSU. DS dan Pasien yang telah menjalani operasi/pembedahan di IBP RSU. DS dan sampel penelitian yang dilakukan dengan pendekatan simple random sampling dengan besar sampel: 87 orang pasien, 10 orang dokter dan 15 orang perawat. Teknik analisis yang akan dipergunakan pada penelitian ini, adalah analisis distribusi frekwensi statistik pada variabel-variabel yang dipergunakan untuk memperoleh gambaran sebaran masing-masing kategori/skala dalam satu variabel berdasarkan frekwensi, modus serta prosentase kategori/skala tertentu. Hasil analisis penelitian selanjutnya akan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun rencana strategis(strategic planning) dan rencana tindakan (action plan) dengan tujuan meningkatkan produktifitas OK di IBP RSU. DS. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa produktifitas kinerja dari aspek-aspek perspektif proses bisnis internal di IBP RSU. DS, adalah sebagai berikut: a.Proses inovasi yang berbasis pada pengembangan dan pemanfaatan metode pembedahan yang maju, efektif dan efisien melalui perencanaan peningkatan potensi SDM dan modernisasi peralatan yang melibatkan seluruh elemen yang terkait sesuai dengan fungsi pelayanan, pendidikan dan penelitian di IBP RSU. DS belum mampu mendukung penyampaian pelayanan yang unggul kepada pasien bedah. b.Proses pelayanan melalui mekanisme pengaturan jadwal, persiapan operasi, pelaksanaan operasi dan pertukaran inforrnasi yang tepat untuk menyampaikan pelayanan bedah yang unggul belum dapat dilaksanakan dengan optimal oleh dokter, perawat dan karyawan di IBP RSU. DS. c.Proses penyediaan sarana daa prasarana belum mencakup terlaksananya inventarisasi dan penetapan prioritas pada pemeliharaan dan perencanaan pengadaan sarana dan prasarana yang sesuai kebutuhan pendukung pelaksanaan pembedahan serta kebutuhan pasien. d.Proses hubungan koordinasi antar unit yang ada belum mampu membentuk hubungan koordinasi yang harmonis antar unit terkait dengan didasarkan pada kesamaan visi pelayanan yang ingin dicapai dan pemahaman peran lintas unit yang melibatkan seluruh elemen terkait. e.Proses pembagian kamar operasi sesuai fungsi belum dilaksanakan secara optimal jika ditinjau dari kesesuaian dengan keadaan dan kebutuhan dinamis dari ragam penyakit yang ditangani sehingga peningkatan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan pembedahan dan penyampaian pelayanan bedah yang unggul belum dapat dicapai. f.Jumlah penggunaan kamar operasi (OK) belum sesuai dengan harapan dan kapasitas jam kerja efektif yang berlaku sehingga berdampak pada panjangnya waktu tunggu pasien untuk menjalani operasi. Dengan menggunakan baseline yang diperoleh dari hasil penelitian suatu rekomendasi rencana strategis dapat disusun dengan menetapkan isu strategis, tujuan strategis, ukuran strategis, sasaran strategis dan inisiatif strategis. 3 (tiga) keluaran utama hasil penyusunan rencana strategis tersebut adalah: A.Isu Strategis: Meningkatkan produktifitas penggunaan kamar operasi melalui pemanfaatan jam kerja efektif secara optimal untuk menurunkan lama tunggu pelaksanaan operasi yang dialami oleh pasien. B. Tujuan Strategis: 1.Meningkatnya hasil inovasi untuk mendukung pelayanan yang unggul kepada pasien bedah dengan mendorong pengembangan dan pemanfaatan metode pembedahan yang maju, efektif dan efisien, sejalan dengan fungsi pelayanan, pendidikan dan penelitian melalui perencanaan peningkatan potensi SDM dan modernisasi peralatan dengan melibatkan seluruh elemen yang terkait. 2.Tercapainya peningkatan kinerja dokter, perawat dan karyawan dalam pelayanan melalui mekanisme yang mengatur penjadwalan, persiapan operasi, pelaksanaan operasi dan pertukaran informasi yang tepat untuk mendukung penyampaian pelayanan bedah yang unggul. 3.Terpenuhinya sarana dan prasarana yang sesuai kebutuhan pendukung pelaksanaan pembedahan serta kebutuhan pasien melalui inventarisasi dan penetapan prioritas pada pemeliharaan dan perencanaan pengadaan. 4.Terciptanya hubungan koordinasi yang harmonis antar unit terkait melalui mekanisme hubungan koordinasi yang didasarkan pada kesamaan visi pelayanan yang ingin dicapai dan pemahaman peran lintas unit yang melibatkan seluruh elemen terkait. 5.Tercapainya pembagian penggunaan kamar operasi (OK) yang optimal sesuai dengan keadaan dan kebutuhan dinamis dari ragam penyakit yang ditangani sekaligus mendorong peningkatan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan pembedahan serta tercapainya penyampaian pelayanan bedah yang unggul. 6.Tercapainya jumlah penggunaan optimum kamar operasi (OK) sesuai dengan kapasitas jam kerja efektif yang berlaku yang berdampak pada menurunnya waktu tunggu pasien untuk menjalani operasi.. C. Inisiatif Strategis: Dengan menggunakan rencana strategis dan tujuan strategis di atas ditetapkan 28 inisiatif strategis yang ditindak lanjuti dengan menyusun implementasi rencana strategis melalui 6 (enam) paket rencana tindakan (action plan) yang mengelaborasikan baseline condition, tujuan strategis, ukuran strategis (key performance indicator), sasaran strategis (target setting), program, inisiatif strategis dan aktifitas/kegiatan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA 17/07 Mul a
Uncontrolled Keywords: Balanced scorecard; Internal business process; Strategic planning; Aaction plan; Key performace indicator and target setting
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD30.28 Strategic planning
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Administrasi Kebijakan Kesehatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ENDAH BUDIWATI MULJANINGRUM, 090110278/LUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorStefanus Supriyanto, Dr., dr., M.SUNSPECIFIED
ContributorM. Bagus Qomaruddin, Drs., M.ScUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 12 Jun 2017 22:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36329
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item