ANALISIS SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PASCA MERGER PT BANK X

HARSONO RUDI FIRNADI, 090110206 L (2005) ANALISIS SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PASCA MERGER PT BANK X. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2007-firnadihar-3742-tea140-k.pdf

Download (529kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2007-firnadihar-3742-tea1407.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Banyak hal yang mendorong munculnya kebutuhan untuk melakukan perubahan, hal tersebut dengan maksud untuk memperbaiki kualitas yang mengarah kepada tujuan yang lebih baik yang ingin dicapai, salah satu bentuk perubahan yang bisa dilakukkan adalah melakukan merger yaitu penggabungan 2 (dua) badan usaha atau lebih menjadi satu badan usaha yang sama sekali baru atau memilih satu diantaranya. Untuk mewujudkan proses merger berjalan dengan baik tentunya manajemen membutuhkan suatu informasi yang memadahi, sebab para manajer selalu menggunakan informasi untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Seiring dengan perubahan organisasi (merger), manager dituntut untuk bisa mengelola sumber daya ini agar dapat digunakan dengan cara yang paling efektif. Sistem informasi sumber daya manusia adalah bentuk informasi yang sangat penting untuk mengumpulkan dan memelihara data yang menjelaskan sumber daya manusia, mengubah data tersebut menjadi informasi dan melaporkan informasi itu kepada pemakai. Dalam membuat model system informasi sumber daya manusia, kita menggunakan format umum yang sama dari subsistem input, database dan subsistem output. Agar organisasi terus berkembang secara dinamis maka langkah yang perlu dilaksanakan adalah melakukan Analisis Sistem. Tujuannya adalah untuk memahami sistem dan masalah yang ada, untuk mengguraikan kebutuhan informasi dan untuk menetapkan prioritas pekerjaan sistem selanjutnya. Jika subsistem tertentu organisasi telah ditargetkan untuk pengembangan, maka analisis sistem berfokus kepada pendefinisian kebutuhan informasi dan kebutuhan sistem yang diperlukan oleh sistem untuk menjalankan tujuan-tujuan manajemen. Oleh karena itu analisis sistem menekankan kepada studi atas keputusan-keputusan yang dibuat cleh para manager dan informasi yang terkait. Penelitian ini digunakan untuk menganalisis sistem informasi sumber daya manusia pasca merger PT Bank X khususnya yang menyangkut sistem peringkat jabatan, sistem penggajian, sistem penanganan keluh kesah, sistem penilaian pegawai serta system informasi akuntansi yang nantinya dapat mendukung perbaikan system SDM di Bank X. Tahapan anlisis Sistem dapat dilakukan dalam beberapa tahapan proses yaitu Mempelajari bidang permasalahannya, Menganalisa permasalahannya, menganalisa bisnis proses, Menetapkan sasaran perbaikan sistem serta menyajikan temuan dan merekomendasikan. Untuk mendukung penelitian ini tahap awal telah disebarkan daftar pertanyaan yang hasilnya dapat digunakan untuk proses analisa lebih lanjut, dimana hasilnya untuk prosentase tertinggi dapat diketahu bahwa untuk sistem peringkat jabatan 88 responden atau 47 % menyatakan sedang, Untuk Sistem Penggajian 88 responden atau 47 % menyatakan sedang, Untuk Sistem Penanganan Keluh Kesah 94 responden atau 50 % menyatakan sedang, Untuk Sistem Penilaian Pegawai masing-masing 71 responden 38-39 % menyatakan sedang dan baik serta Sistem Informasi Akuntansi sebanyak 81 responden atau 43 % yang menyatakan sedang, kesimpulannya bahwa dari 5 komponen yang akan dianalisis menyatakana bahwa pelaksanaan Sistem lnformasi SDM pasca merger membutuhkan perbaikan untuk mendukung kcinginan karyawan. Untuk meneliti lebih mendalam bagaimana sistem informasi SDM yang sedang berjalan saat ini, telah dilakukan observasi langsung dengan melihat sistem dan didukung oleh data yang ada diperoleh hasil bahwa dalam penerapan sistem peringkat jabatan (Global Grading Sistem/GGS) tidak memasukkan unsur job experience sebagai komponen penentu peringkat jabatan, sehingga hasil GGS belum menggambarkan peringkat jabatan yang sesuai. Dalam Sistem Penggajian terdapat pegawai yang masuk dalam standar 125 gaji maksimum maka kepada pegawai tersebut tidak mendapat kenaikan gaji, harusnya dalam sistem penggajian ini harus dibedakan juga senoritas dengan memberikan kenaikan gaji secara berkala, Untuk sistem penanganan keluh kesah dilaksanakan dengan melalui proses yang cukup panjang sehingga informasi akan diperoleh lebih lambat. Dalam sistem penilaian pegawai menerapkan hasil penilaian unit kerja sebagai komponen dasar penilaian pegawai. Sedangkan Sistem Informasi Akuntansi belum secara online bisa dilakukan edit data elemen data karyawan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TEA 14/07 Fir a
Uncontrolled Keywords: Job experience is a matter that supports someone's performance outside ability and skill.
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG1501-3550 Banking
H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG1501-3550 Banking > HG1722 Bank mergers
T Technology > T Technology (General) > T58.6-58.62 Management information systems
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Akuntansi
Creators:
CreatorsEmail
HARSONO RUDI FIRNADI, 090110206 LUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWiwik Supatiwi, Dra.,MBA.,AkUNSPECIFIED
ContributorTjiptohadi Sawarjuwono, Drs.,M.Ec.,PhD.,AkUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2016
Last Modified: 07 Jun 2017 17:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36332
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item