AKTA JUAL BELI HAK ATAS TANAH DI BAWAH TANGAN TERKAIT KEPEMILIKAN HAK ATAS TANAH

SARRACH APRIYANTI, 030942088 N (2011) AKTA JUAL BELI HAK ATAS TANAH DI BAWAH TANGAN TERKAIT KEPEMILIKAN HAK ATAS TANAH. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2012-apriyantis-18248-tmk157-1.pdf

Download (185kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2012-apriyantis-18248-tmk157-1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam melakukan peralihan hak atas tanah, ada kalanya tidak dibuat langsung dihadapan PPAT, melainkan dibuat dihadapan Notaris dengan akta ikatan jual beli. Adapun yang menjadi dasar dibuatnya akta Ikatan Jual Beli tersebut karena adanya persyaratan yang belum dipenuhi untuk dilakukannya jual beli, misalnya: harga belum di bayar lunas, pajak-pajak terkait (PPH dan BPHTB) belum dibayar. Dalam akta Ikatan Jual Beli ini diikuti dengan akta Kuasa Menjual yang isinya pemberian kuasa dari pihak pemilik hak atas tanah kepada pembeli untuk melakukan penjualan jika persyaratan-persyaratan telah terpenuhi. Dengan adanya kuasa jual ini maka pihak pembeli yang ada di dalam akta Ikatan Jual Beli dapat menjual hak atas tanah dimaksud yang mana dirinya berada dalam 2 (dua) kedudukan sekaligus, yaitu yang pertama sebagai kuasa dari penjual berdasarkan akta kuasa jual, di sisi lain sebagai pihak pembeli. Beberapa waktu yang lalu, sering terjadi pembeli tidak melakukan jual beli seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Namun, pembeli langsung mengalihkan kuasa jualnya kepada pihak lain, dapat terjadi pihak lain tersebut mengalihkan kepada pihak lainnya lagi, dst. Padahal sesungguhnya pengalihan Kuasa Jual tersebut sudah bukan rahasia lagi diikuti dengan suatu kompensasi senilai dengan harga tanah yang dijual itu. Hal yang demikian BPN tidak mau lagi melakukan pendaftaran hak atas tanah atas dasar kuasa jual yang tidak didahului adanya akta Ikatan Jual Beli. Di dalam situasi yang lain, telah terjadi kesepakatan bersama sebelumnya antara Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) sebelum melakukan jual beli tanah dengan pihak lain. Dan di dalam kesepakatan bersama itu, dijanjikan bahwa setelah proses balik nama dilakukan, maka sertifikat yang sudah tertulis atas nama WNI tersebut diserahkan kepada WNA disertai dengan kuasa jual dengan segala hak untuk peralihannya. Akta kesepakatan bersama tersebut kemudian dibawa ke Notaris untuk disahkan/ dilegalisasi. Dalam praktek, kesepakatan bersama dan kuasa jual yang demikian yang dinamakan kuasa mutlak yang dilarang sejak tahun 1982, yang terdapat dalam Instrumen mendagri No. 14 tahun 1982 melarang Notaris dan/PPAT membuat kuasa mutlak dalam transaksi jual beli tanah. Jika Notaris mengesahkan/ melegalisasi akta kesepakatan bersama dan akta kuasa menjual yang jelas-jelas didalamnya tersirat adanya kuasa mutlak, maka Notaris terebut dapat dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam UUJN tidak mengatur mengenai sanksi Notaris apabila melakukan pelanggaran terhadap akta dibawah tangan yang disahkan/legalisasi. Namun, sesuai dengan sifat UUJN sebagai spesialis, maka berdasarkan peraturan perundang-undangan yang umum, Notaris telah melakukan pelanggaran menurut pasal 1365 dan 1366 BW

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK 157 / 11 Apr a
Uncontrolled Keywords: Akta Jual Beli dibawah tangan, legalisasi
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD101-1395.5 Land use Land tenure
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K623-968 Civil law > K720-792 Property
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SARRACH APRIYANTI, 030942088 NUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorNurwahjuni, S.H., M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 01 Oct 2016 06:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36415
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item