BIODEGRADASI CAMPURAN BENZEN, TOLUEN, DAN XILEN (BTX)DALAM ADSORBEN CLAY OLEH KONSORSIUM MIKROBA DENGAN PENAMBAHAN BIOSURFAKTAN Pseudomonas putida T1(8)

Thomas Sumarsono, 080941009 (2011) BIODEGRADASI CAMPURAN BENZEN, TOLUEN, DAN XILEN (BTX)DALAM ADSORBEN CLAY OLEH KONSORSIUM MIKROBA DENGAN PENAMBAHAN BIOSURFAKTAN Pseudomonas putida T1(8). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
BAB I-V.rtf - gdlhub-gdl-s2-2012-sumarsonot-20000-tb0612.pdf

Download (210kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2012-sumarsonot-20000-tb0612.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan konsorsium mikroba dalam mendegradasi campuran benzen, toluen, dan xilen (BTX) yang terserap dalam adsorben clay dengan penambahan biosurfaktan Pseudomonas putida T1(8). Penelitian ini terdiri atas 3 tahap. Tahap pertama untuk mengetahui konsorsium mikroba terbaik dalam biodegradasi campuran BTX yang terdapat dalam kultur cair yang mengandung air mineral sintetis dan yeast extract. Tahap kedua untuk mengetahui biocompatibility biosurfaktan yang dihasilkan Pseudomonas putida T1(8) terhadap isolat-isolat mikroba penyusun konsorsium terbaik pada tahap pertama. Tahap ketiga merupakan tahapan utama dalam penelitian ini, yaitu uji biodegradasi campuran BTX yang terserap dalam adsorben clay menggunakan konsorsium mikroba terbaik pada uji tahap pertama dan tahap kedua. Penelitian ini bersifat eksperimental yang terdiri dari 1 kontrol dan 3 perlakuan. Perlakuan kontrol (K) yang mengandung (AMS + yeast extract) dan adsorben clay yang mengandung campuran BTX, P1 mengandung (AMS + yeast extract), adsorben clay, dan biosurfaktan dengan konsentrasi sama dengan CMC, P2 mengandung (AMS + yeast extract), adsorben clay, biosurfaktan dengan konsentrasi sama dengan CMC, dan konsorsium mikroba, dan P3 yang mengandung (AMS + yeast extract), adsorben clay, dan konsorsium mikroba. Lama waktu inkubasi berturut-turut adalah 0, 1, 3, 5, dan 7 hari untuk pemeriksaan jumlah total mikroba dengan metode Total Plate Count dan 0 dan 7 hari untuk analisis kadar BTX residu dengan menggunakan GC-FID. Data logaritma Total Plate Count mikroba heterotrofik (CFU/g) serta kadar BTX residu (mg/L) dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan analisis variansi dua arah (AN0VA dua arah) dan uji Duncan (p=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) jenis perlakuan berpengaruh terhadap jumlah total mikroba (CFU/g) dan kadar BTX residu (mg/L); (2) waktu inkubasi tidak berpengaruh terhadap jumlah total mikroba (CFU/g) dan kadar BTX residu (mg/L); (3) Kombinasi jenis perlakuan dan waktu inkubasi berpengaruh terhadap jumlah total mikroba (CFU/g) dan kadar BTX residu (mg/L). Kombinasi jenis perlakuan dan waktu inkubasi terbaik dalam penurunan kadar BTX residu adalah perlakuan P2 dengan waktu inkubasi 7 hari dengan rata-rata kadar BTX residu dan persentase penurunan kadar BTX residu 932,5 mg/L dan 59,20%.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TB 06 / 12 Sum b
Uncontrolled Keywords: Biodegradation,Pseudomonas putida T1(8) biosurfactant, microbial consortium, clay adsorbent, BTX residue.
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Biologi (S2)
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Thomas Sumarsono, 080941009UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorNi’matuzahroh, Dr.UNSPECIFIED
ContributorTini Surtiningsih, Dr. Ir., DEAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 11 Jun 2017 16:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36484
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item