PENGARUH LAJU AERASI DAN KERAPATAN INOKULUM TERHADAP BIOMASSA DAN KANDUNGAN SAPONIN KULTUR AKAR RAMBUT GINSENG JAWA (Talinum paniculatum Gaertn.) DALAM BIOREAKTOR TIPE BALON

Arif Yachya, 08 1041012 (2012) PENGARUH LAJU AERASI DAN KERAPATAN INOKULUM TERHADAP BIOMASSA DAN KANDUNGAN SAPONIN KULTUR AKAR RAMBUT GINSENG JAWA (Talinum paniculatum Gaertn.) DALAM BIOREAKTOR TIPE BALON. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2012-yachyaarif-23624-tb-03-12-k.pdf

Download (302kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2012-yachyaarif-20002-tb0312.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Akar rambut diketahui mempunyai kapasitas biosintetik yang sama atau lebih besar dalam produksi metabolit sekunder dibandingkan tanaman induknya. Agrobacterium rhizogenes strain LB 510 diketahui kemampuannya dalam menginduksi terbentuknya akar rambut ginseng Jawa (Talinum paniculatum Gaertn.). Kultivasi akar rambut ginseng Jawa di medium MS dalam bioreaktor tipe balon pada berbagai perlakuan laju aerasi dan kerapatan inokulum telah diinvestigasi. Kultur dengan perlakuan laju aerasi 0,25; 0,5; dan 0,75 vvm dengan kerapatan inokulum seragam (1 g/400 mL) selama 28 hari kultivasi memberikan respon berupa peningkatan biomassa dan kandungan saponin dibandingkan dengan kontrol (tanpa aerasi). Data kandungan saponin pada penelitian ini berupa luas noda saponin/0,1 g berat kering sampel. Biomassa dan kandungan saponin tertinggi dicapai kultur dengan perlakuan laju aerasi 0,25 vvm sebesar 0,93 g (berat kering) dan 1,37 cm2/0,1 g. Pada kultur dengan perlakuan kerapatan inokulum 0,5; 1; 1,5 dan 2 g/400 mL dengan laju aerasi seragam (0,25 vvm) selama 28 hari kultivasi memberikan respon berupa peningkatan biomassa dan kandungan saponin seiring dengan peningkatan kerapatan inokulum. Biomassa dan kandungan saponin tertinggi dicapai kultur dengan kerapatan inokulum 2 g/400 mL sebesar 1,91 g dan 4,92 cm2/0,1 g. Kultur dengan kerapatan inokulum 0,5 g/400 mL mempunyai kecepatan tumbuh tertinggi (0,057 g/hari). Kultur dengan kerapatan inokulum 1; 1,5 dan 2 g/400 mL mempunyai kecepatan tumbuh relatif sama (0,021-0,023 g/hari). Hasil ini menunjukkan kerapatan inokulum 2 g/400 mL dan laju aerasi 0,25 vvm merupakan laju aerasi dan kerapatan inokulum terbaik dari ketiga perlakuan lainnya dalam perolehan biomassa dan kandungan saponin.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TB 03 / 12 Yac p
Uncontrolled Keywords: aeration rate, inoculum density, Java ginseng, Talinum paniculatum balloon-type bubble bioreactor
Subjects: Q Science > QK Botany > QK710-899 Plant physiology
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Biologi (S2)
Creators:
CreatorsEmail
Arif Yachya, 08 1041012UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorY.Sri Wulan Manuhara, Dr.,M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 19 Oct 2016 03:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36486
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item