KOMODIFIKASI TAS BELANJA BERMEREK: MOTIVASI DAN IDENTITAS KAUM SHOPAHOLIC GOLONGAN SOSIAL MENENGAH SURABAYA

Zebrina Pradjnaparamitha, 121041016 (2012) KOMODIFIKASI TAS BELANJA BERMEREK: MOTIVASI DAN IDENTITAS KAUM SHOPAHOLIC GOLONGAN SOSIAL MENENGAH SURABAYA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2013-pradjnapar-25541-6.-summe-k.pdf

Download (190kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2013-pradjnapar-22220-17 FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada dasarnya, tas adalah sebuah barang yang merepresentasikan perempuan. Dilihat dari sejarahnya, tas merupakan barang essensial bagi perempuan,...”the word “purse” was a slang word for the female pudenda from the seventeenth century (Borelli, 1999).” Komodifikasi tas belanja bermerek adalah fenomena terkini kaum shopaholic Surabaya. Karl Marx (dalam Evans, 2004) merumuskan komodifikasi sebagai proses yang menggambarkan sesuatu yang tidak memiliki nilai ekonomis diberi nilai dan karenanya bagaimana nilai pasar dapat menggantikan nilai-nilai sosial lainnya. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana fenomena komodifikasi tas belanja bermerek dialami oleh para penggila belanja di Surabaya. Makna dan pengaruhnya menjadi titik balik peneliti membuat hipotesis untuk menemukan motivasi dan identitas yang terbentuk dari konsumsi jenis ini. Tinjauan literatur digunakan untuk mendapatkan wawasan dan pemahaman tentang perilaku konsumen, dengan menggunakan pendekatan teori konsumerisme postmodern Jean Baudrillard dan hipersemiotika Charles Sanders Peirce. Kuesioner digunakan untuk mengambil gambaran awal dari seratus shopaholic. Sedangkan, pengembangan responden dilakukan melalui metode snowball. Enam responden terpilih menjadi narasumber utama yang memiliki kriteria seperti batasan usia 18-35 tahun, berasal dari kelas sosial menengah yang tinggal di Surabaya, Jawa Timur. Peneliti juga melakukan wawancara mendalam sebagai upaya untuk mengkonfirmasi opini mereka tentang fenomena ini. Analisa data menunjukkan imitasi, kenikmatan , dan penolakan menjadi motivasi-motivasi mereka dalam konsumsi ini. Sehingga, identitas yang muncul adalah identitas surealis. Identitas yang terbentuk dari imajinasi-imajinasi personal tentang siapa dirinya, siapa orang disekitarnya, bagaimana dia terlihat ataupun bagaimana orang disekitarnya melihatnya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TKSB.05/12 Pra k
Uncontrolled Keywords: Komodifikasi, Shopaholic, Motivasi, Identitas.
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM711-806 Groups and organizations > HM756-781 Community
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Magister Kajian Sastra dan Ilmu Budaya
Creators:
CreatorsEmail
Zebrina Pradjnaparamitha, 121041016UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDiah Ariani Arimbi, Ph.DUNSPECIFIED
ContributorIke Herdiana, M.PsiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 21 Oct 2016 18:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36587
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item