GERAKAN ANTI-GLOBALISASI DI INDONESIA PASCA SOEHARTO

ASWIN WIYATMOKO, 071045011 (2012) GERAKAN ANTI-GLOBALISASI DI INDONESIA PASCA SOEHARTO. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2013-wiyatmokoa-22401-9.abstr-.pdf

Download (60kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2013-wiyatmokoa-22401-16full text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini secara umum menganalisis persoalan dinamika gerakan antiglobalisasi di Indonesia. Berdasar tinjauan pustaka yang disusun, ditemui bahwa prakondisi yang dibutuhkan terhadap gerakan anti-globalisasi di antaranya adalah political opportunity structure (POS), sumber dana, jejaring komunikasi, teknologi, grievance dan koneksitas agen asing dan lokal. Di beberapa negara yang memenuhi prakondisi tersebut, setidaknya gerakan anti-globalisasi mampu mencapai tahapan mengubah kebijakan secara non-substansial. Indonesia sendiri pasca Soeharto, telah memenuhi prakondisi-prakondisi tersebut. Namun faktanya, gerakan anti-globalisasi di Indonesia masih berputar pada masalah framing issue maupun konsolidasi internal, alihalih mengubah kebijakan non-substansial seperti di negara-negara lainnya. Atas dasar itulah penelitian ini mempertanyakan mengapa gerakan anti-globalisasi di Indonesia hanya mampu berada pada tingkatan konsolidasi internal dan konstruksi wacana sekalipun telah memenuhi prakondisi yang ada. Permasalahan tersebut kemudian diteliti dengan menggunakan metode deskriptifkualitatif yang menggunakan pola berpikir induktif. Dengan menggunakan kerangka analisis strukturasi Anthony Giddens, penelitian ini mengumpulkan data-data terlebih dulu dari para narasumber yang berkaitan dengan gerakan anti-globalisasi. Data-data yang terkumpul tersebut kemudian dianalisis melalui proses reduksi dan klasifikasi sesuai kerangka strukturasi Giddens. Hasil klasifikasi tersebut kemudian dikonfirmasi menggunakan metode konfirmasi melalui data-data sekunder. Hasil analisis tersebut kemudian menunjukkan bahwa gerakan anti-globalisasi di Indonesia menghadapi permasalahan-permasalahan dari sisi agensi yaitu tidak adanya leadership, afinitas preferensi antar organisasi atau individu yang tinggi, kurangnya insiator gerakan, ketidakmampuan aktivis dalam melokalisasi masalah, inkoneksitas antara isu yang diadvokasi aktivis dengan problem riil masyarakat dan ketidakmampuan aktivis dalam mengemas isu di media. Sementara dari sisi struktural permasalahan yang dihadapi adalah dealiranisasi yang menyebabkan afinitas ideologi cenderung homogen, bentuk dasar masyarakat neo-gemmeinschaft yang didukung kebijakan desentralisasi serta transformasi click activism menuju real activism yang rendah. Implikasi dari penelitian ini secara empirik tentu menunjukkan persoalanpersoalan yang dihadapi gerakan anti-globalisasi di Indonesia. Sementara, secara teoritik maupun metodologi, hasil dari penelitian ini menunjukkan perlunya rekonsiderasi terhadap konsep-konsep maupun cara pandang terhadap persoalan analisis kelas Marxian, gerakan sosial transnasional, ide anti-globalisasi dan ide global civil society secara umum

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 THI.05/12 Wiy g
Uncontrolled Keywords: gerakan anti-globalisasi di Indonesia, skill agensi, keorganisasian agensi, struktur politik, struktur masyarakat
Subjects: H Social Sciences
J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
ASWIN WIYATMOKO, 071045011UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBaiq L S W Wardhani, Dra., MA., Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 19 Oct 2016 21:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36640
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item