KETERLIBATAN PUBLIK DALAM INOVASI DI ERA OTONOMI DAERAH: Dan Studi Tentang Relasi Pemerintah Daerah Dan Civil Society Dalam Kongres Abang Becak Merencanakan Pembangunan (ABMP) Di Kota Proboliggo

Husni Mubaroq, 0709944023 (2012) KETERLIBATAN PUBLIK DALAM INOVASI DI ERA OTONOMI DAERAH: Dan Studi Tentang Relasi Pemerintah Daerah Dan Civil Society Dalam Kongres Abang Becak Merencanakan Pembangunan (ABMP) Di Kota Proboliggo. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2013-mubaroqhus-22677-10.abstrakfu.pdf

Download (247kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2013-mubaroqhus-22677-9.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (836kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Banyak ditemukan inovasi-inovasi baru dalam pelaksanaan otonomi di daerah. Beberapa daerah telah berhasil mengembangkan daerahnya dengan perbaikan pelayanan publik, infrastruktur, pembangunan ekonomi, dan sebagainya. Berbagai inovasi inilah yang perlu idokumentasikan dan dipublikasikan lebih luas dalam rangka mendukung pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia. Program Abang Becak Merencanakan Pembangunan (ABMP) Kota Probolinggo Sebagai Suatu Inovasi, Selama kurun waktu 2004-2009, Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur dikenal melalui berbagai program dan kebijakan. Pada tahun 2004 Kota Probolinggo meraih Otonomi Award untuk kategori daerah dengan profil menonjol dalam performa politik. Tahun 2009, Kota Probolinggo meraih kembali Otonomi Award untuk kategori daerah dengan terobosan inovatif bidang pemberdayaan ekonomi lokal, sedangkan untuk daerah dengan terobosan inovatif bidang pelayanan kesehatan, daerah dengan terobosan inovatif bidang pelayanan administrasi dasar, daerah dengan profil menonjol bidang akuntanbilitas publik, daerah dengan profil menonjol bidang partisipasi publik, dan daerah dengan terobosan inovatif bidang pengelolaan lingkungan hidup mampu meraih predikat nominasi. Penelitian ini mencoba mengkaji bagaimana proses politik dalam penyelenggaraan program Abang Becak Merencanakan Pembangunan (ABMP) di Kota Probolinggo dan sejauh mana program inovatif Abang Becak Merencanakan Pembangunan (ABMP) di Kota Probolinggo menyediakan ruang bagi keterlibatan publik dalam skema otonomi daerah. Keberadaan Becak di Kota Probolinggo menjadi salah satu sasaran kebijakan penataan ruang wilayah Pemerintah Kota Probolinggo. Abang Becak dalam komunitas perkotaan merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari mengingat kota memiliki daya tarik yang mampu memberikan harapan bagi semua orang untuk mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Salah satu peluang kerja yang mudah dilakukan di tengah kota adalah menarik becak. Fenomena ini menjadikan permasalahan sosial tersendiri sehingga mengakibatkan pemandangan yang kurang menarik di sudut-sudut kota, terlebih pelanggaran terhadap lalu lintas yang kerap dilakukan abang becak menyebabkan kemacetan lalu lintas. Kondisi ini menjadi buah simalakama bagi pemerintah, kebijakan menghapus keberadaan abang becak tidaklah tepat sementara pemerintah belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka. Program Inovasi Pemerintah Kota Probolinggo yaitu Kegiatan Kongres Abang Becak Merencanakan Pembangunan (ABMP), yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah karena keberadaan tukang becak dalam komunitas perkotaan memang merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, mengingat kota memiliki daya tarik yang mampu memberikan harapan bagi semua orang untuk mencari nafkah dan menghidupi keluarganya. Dan salah satu peluang kerja yang mudah dilakukan di tengah lingkungan perkotaan adalah menarik becak. Fenomena ini tentunya berkembang menjadi permasalahan sosial tersendiri sehingga mengakibatkan pemandangan yang kurang menarik di sudutsudut kota, mulai dari pelanggaran terhadap lalu lintas yang kerap dilakukan oleh tukang becak seperti melawan arus lalu lintas, penggunaan badan jalan untuk parkir maupun parkir di atas trotoar yang sangat mengganggu para pengguna jalan. Dan kondisi ini menjadi buah simalakama bagi pemerintah. Kebijakan menghapus keberadaan abang becak tidaklah tepat sementara pemerintah belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka. Program inovatif Pemerintah Kota Probolinggo dapat dibaca sebagai model kebijakan yang demokratis dan partisipatif. Kebijakan pembangunan kawasan perkotaan yang melibatkan para tukang becak di kota tersebut ini menarik karena memperlihatkan usaha serius dari pemerintah untuk melibatkan publik dalam proses kebijakan. Kehadiran Paguyuban Abang Becak yang dibentuk pemerintah pun menjadi pelengkap sebagai institusi formal yang ikut menguatkan peran pemerintah sebagai institusi informal. Proses Politik Dalam Penyelenggaraan Program Abang Becak Merencanakan Pembangunan (ABMP) di Kota Probolinggo merupakan upaya meningkatkan SDM tukang becak di Kota Probolinggo. Bappeda selaku kepanjangan tangan Pemerintah Kota Probolinggo merasa perlu untuk diadakannya sebuah komunitas yang sekiranya para tukang becak memiliki wadah untuk berimprovisasi pemikiran terkait kemajuan Kota Probolinggo. Program Inovatif Abang Becak Merencanakan Pembangunan (ABMP) di Kota Probolinggo Menyediakan Ruang Bagi Keterlibatan Publik Dalam Skema Otonomi Daerah, yang dalam perkembangannya para abang becak perlu adanya fasilitasi dari Pemerintah Kota Probolinggo, yang sekiranya abang becak memiliki peran secara maksimal sebagai bagian komponen dari sebuah populasi kemasyarakatan, sehingga fasilitasi yang diberikan nantinya diharapkan dapat memberikan ruang bagi segenap warga masyarakat Kota Probolinggo untuk bisa terlibat aktif untuk melakukan perubahan-perubahan terhadap Kota Probolinggo. Kongres abang becak merencanakan pembangunan di kota Proboliggo mampu menyediakan fasilitas forum komunikasi bagi publik (tukang becak) dalam rangka berpartisispasi alam proses pembangunan. Dari sisi proses kebijakan, pelaksaaan kongres abang becak menunjukkan bahwa pemerintah dapat aktif menginisiasi proses tanpa menghilangkan atau mereduksi kesepakatan dan konsensus dari masyarakat. Pemerintah Kota Probolinggo cukup dominan dalam mengupayakan keterlibatan para abang becak dalam pembangunan Kota Probolinggo (topdown).

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 Tp 05/12 Mub k
Uncontrolled Keywords: Innovative, Regional Autonomy, dan Civil Society.
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM711-806 Groups and organizations > HM756-781 Community
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
Husni Mubaroq, 0709944023UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSiti Aminah, Dr., Dra., MAUNSPECIFIED
ContributorWisnu Pramutanto, Drs., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 14 Jun 2017 19:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36707
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item