KEMITRAAN INTERNATIONAL LABOUR ORGANIZATION DAN MITRA LOKAL DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI RUMAH TANGGA MISKIN DI KABUPATEN JEMBER

RIRIN HANDAYANI, 071045012 (2012) KEMITRAAN INTERNATIONAL LABOUR ORGANIZATION DAN MITRA LOKAL DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI RUMAH TANGGA MISKIN DI KABUPATEN JEMBER. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2013-handayanir-23416-10abstr-k.pdf

Download (93kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2013-handayanir-23416-18fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang kemitraan International Labour Organization (ILO) dengan mitra lokalnya yang terdiri dari Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Jember serta sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam program pemberdayaan ekonomi rumah tangga miskin (RTM) di Kabupaten Jember. Penelitian mempertanyakan mengapa kemitraan yang tanpa disertai keterlibatan sektor swasta berhasil memberi output (hasil) yang cukup signifikan program pemberdayaan ekonomi RTM di Kabupaten Jember. Kemitraan juga berhasil memberi sejumlah manfaat bagi para pihak yang menjalankan kemitraan. Permasalahan tersebut kemudian diteliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data diperolah melalui serangkaian wawancara dan studi pustaka. Adapun kerangka pemikiran yang digunakan untuk menganalisis permasalahan adalah konsep kemitraan (partnership) oleh Gordon Crawford dan dinamika bantuan luar negeri, keunggulan komparatif (comparative advantage) dan pola hubungan kemitraan kolaboratif sejajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan ILO dan mitra lokalnya bsia berhasil adalah karena pemerintah daerah sebagai salah satu aktor utama telah menjalankan peran yang optimal sebagai fasilitator. Namun peran ini hanya sebatas mampu mengisi kekosongan peran sektor swasta terutama dalam hal penyediaan dana. Sektor swasta tidak tertarik untuk terlibat dalam kemitraan dan program karena pemerintah belum mengoptimalkan peran regulasinya. Faktor lain yang turut berkontribusi menyukseskan kemitraan ILO dan mitra lokalnya adalah kemampuan pihak-pihak yang bermitra untuk mengembangkan pola hubungan kemitraan kolaboratif sejajar. Pola hubungan semacam ini bisa terbentuk jika ada itikad baik terutama dari pihak donor yang memiliki dana untuk mengembangkan pola kemitraan yang kondusif dalam memaksimalkan keunggulan komparatif masing-masing mitra sehingga bisa menjadi kekuatan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Meski pola hubungan kolaboratif sejajar merupakan pola hubungan yang cukup ideal, namun pada kenyataannya pola hubungan kolaboratif sejajar ini tidak benar-benar sempurna. Terdapat sejumlah kekurangan dan celah yang memungkinkan terjadinya hal-hal yang bisa merugikan pihak -pihak yang bermitra.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 THI 07/12 Han k
Uncontrolled Keywords: partnerships, foreign aid, comparative advantage, tripartite, bank gakin
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD6350-6940.7 Trade unions. Labor unions. Workers' associations
J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
RIRIN HANDAYANI, 071045012UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSartika Soesilowati, Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 12 Oct 2016 02:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36918
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item