AUDIT KOMUNIKASI DALAM SISTEM BIROKRASI UNIVERSITAS STUDI KASUS DI KANTOR REKTORAT UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

ERLIZAR MARTIWI HATMI, 070946013 (2012) AUDIT KOMUNIKASI DALAM SISTEM BIROKRASI UNIVERSITAS STUDI KASUS DI KANTOR REKTORAT UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2013-hatmierliz-23993-7.abst-t.pdf

Download (91kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2013-hatmierliz-23993-19full.pdf
Restricted to Registered users only

Download (984kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perubahan status dan keinginan untuk perbaikan kinerja membutuhkan suasana kerja yang berbeda. Perbedaan ini merupakan sesuatu yang baru yang merupakan persoalan dalam organisasi. Untuk mengkaji persoalan dalam kehidupan organisasi diperlukan Audit Komunikasi. Penelitian ini bertujuan pertama, untuk mendeskripsikan pelaksanaan komunikasi organisasi dengan melakukan audit komunikasi terhadap persepsipersepsi pimpinan dan bawahan di Rektorat Universitas Negeri Surabaya terhadap kepuasan organisasi, iklim komunikasi, kualitas media, aliran informasi, penyebaran informasi, muatan informasi, kemurnian informasi dan budaya organisasi. Kedua, untuk menemukan hambatan-hambatan komunikasi organisasi yang terjadi di Rektorat Unesa. Sebagai landasan dalam berpijak, penelitian terdahulu yang dipergunakan sebagai tinjauan pustaka adalah beberapa penelitian mengenai audit komunikasi. Hasil penelitian yang pertama menunjukkan apa dan dimana permasalahan komunikasi dan memberikan beberapa rekomendasi. Hasil yang kedua menyatakan bahwa pimpinan tidak menganggap bahwa komunikasi sebagai sesuatu hal yang penting dalam organisasi. Hasil penelitian ketiga menyatakan bahwa perlu adanya perbaikan sarana dan prasarana, memunculkan self esteem karyawan, memperbanyak penyampaian informasi dan pemberian reward bagi karyawan dengan kinerja yang bagus. Teori yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Komunikasi Organisasi, Audit Komunikasi, dan Persepsi dalam Komunikasi Organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan purposive sampling terhadap pimpinan dan karyawan di Rektorat Unesa. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data sekunder diperoleh dari wawancara dan kajian pustaka untuk memperoleh data yang lebih mendalam. Dalam menganalisa data primer dan sekunder, diskusi hasil penelitian ini menyebutkan bahwa kepuasan organisasi tidak sepenuhnya memuaskan, bahkan dari sini muncul beberapa hambatan dalam pencapaian tujuan komunikasi organisasi. Ada perbedaan pendapat terkait iklim komunikasi, namun tidak menimbulkan perbedaan persepsi yang mendalam. Pendapat senada dilontarkan oleh pimpinan dan karyawan terkait kualitas media yang dianggap cukup efisien. Karena memang ada media yang belum dapat digunakan secara maksimal. Baik pimpinan maupun karyawan mempunyai persepsi yang sama bahwa informasi cukup mudah diperoleh, namun ada beberapa hal yang mengakibatkan perbedaan persepsi yaitu karena persepsi bersifat selektif. Pendapat yang sama juga berlaku untuk penyebaran informasi, pimpinan dan karyawan sepakat telah menyebarkan informasi sesuai dengan kebutuhan sehingga tetap memperhatikan selektivitas. Pendapat pimpinan dan karyawan terkait muatan informasi cukup mencolok karena ada informasi yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan. Sehingga muncul hambatan mengenai dimana lokasi beban informasi yang berlebih ataupun yang kekurangan. Terdapat perbedaan persepsi terkait kemurnian pesan antara pimpinan dan karyawan dalam menginterpretasi pesan, hal ini berkaitan dengan kecermatan dalam menginterpretasi pesan yang disampaikan. Hambatan juga muncul disini karena perbedaan interpretasi mengakibatkan tidak tercapainya tujuan komunikasi organisasi. Pendapat sangat baik disampaikan oleh pimpinan dan karyawan terkait budaya organisasi yang pasti berdampak positif bagi tercapainya tujuan komunikasi organisasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Pelaksanaan kegiatan komunikasi di Rektorat Universitas Negeri Surabaya antara pimpinan dan bawahan baik secara vertikal maupun horizontal maupun sebaliknya adalah cukup baik. (2) Beberapa hambatan dapat dilihat dari hasil penelitian ini seperti terjadi misinterpretasi karena tidak ada persamaan persepsi, ketersediaan waktu dalam menyelesaikan tugas, sistem promosi yang berdasarkan senioritas, adanya lokasilokasi yang menjadi kelebihan informasi dan kekurangan informasi. Saran untuk Universitas Negeri Surabaya pada umumnya dan pimpinan pada khususnya, (1) perlu persamaan persepsi dalam suatu proses komunikasi organisasi, (2) perlu diperhatikan rentang waktu pimpinan dalam memberikan tugas agar tidak mendesak dan tidak terlambat sampai ke unit yang terkecil, (3) sistem promosi berdasarkan kinerja, dan (4) pembenahan lokasi-lokasi agar terhindar satu bagian mempunyai beban lebih banyak daripada bagian yang lain.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TSK.02/12 Hat a
Uncontrolled Keywords: audit communication, organizational communication, perception
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1041-1101 Social perception. Social cognition Including perception of the self and others, prejudices, stereotype
L Education > LB Theory and practice of education > LB5-3640 Theory and practice of education > LB2300-2430 Higher education > LB2326.4-2330 Institutions of higher education
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Media dan Ilmu Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
ERLIZAR MARTIWI HATMI, 070946013UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRachmah Ida, Ph.DUNSPECIFIED
ContributorYan Yan Cahyana, Drs., M.AUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 11 Oct 2016 06:01
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36951
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item