STRATEGI PUBLIC RELATION GARUDA INDONESIA DALAM MENANGANI KRISIS

Kadek Dristiana Dwivayani, 070946039 (2012) STRATEGI PUBLIC RELATION GARUDA INDONESIA DALAM MENANGANI KRISIS. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2013-dwivayanik-23994-7.abst-t.pdf

Download (113kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2013-dwivayanik-23994-19full.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan pertama di Indonesia. Pada tahun 1950, Garuda Indonesia resmi menjadi perusahaan negara, yang hingga kini melayani lebih dari 50 rute domestik dan internasional ke tujuan, serta lebih dari 10 juta pelanggan. Selama 61 tahun terakhir, Garuda Indonesia memiliki misi untuk menyediakan layanan transportasi udara yang aman, nyaman dan terpercaya. Sejak tahun 2005 Garuda Indonesia terus mengalami perubahan dan perkembangan. Pada tahun 2009, Garuda Indonesia memperkenalkan Corporate Identity - Brand Refresh, mengakibatkan perubahan pada semua unit dalam organisasi dan manajemen yang dipersiapkan dengan baik untuk menjadi sebuah organisasi yang efektif dengan fokus pada restrukturisasi hutang, meningkatkan aspek produk dan layanan serta sebagai persiapan untuk privatisasi melalui penawaran perdana di pasar modal dan publik (Initial Public Offering / IPO). Namun, dalam proses penawaran IPO kepada publik, berbagai isu negatif muncul di media. Isu yang dimaksud adalah masalah korupsi dan kerugian dari Garuda Indonesia, dan aksi mogok pilot Garuda Indonesia. Liputan media mengungkapkan penurunan harga saham GIAA (Garuda Indonesia) dan hilangnya Garuda Indonesia pada kuartal pertama tahun 2011 sebesar Rp 258.7 miliar. Kemudian pemogokan pilot Garuda yang dilakukan Asosiasi (APG) pada tanggal 28 Juli 2011, para pilot menuntut atas ketidakadilan manajemen Garuda untuk pilot lokal dalam perekrutan pilot asing. Ketidakadilan yang dimaksud dalam sistem gaji antara pilot lokal dan pilot asing. Kecurangan finansial dan kurangnya hubungan kerja yang baik antara pekerja dan perusahaan dapat menyebabkan krisis besar. Krisis ini dapat menyebabkan kondisi yang tidak terkontrol dalam operasional perusahaan. Sikap publik pada umumnya cenderung lebih negatif terhadap perusahaan selama krisis sebenarnya dapat dihindari. Garuda Indonesia kini telah menjadi perusahaan go public, yang berarti bahwa beberapa sahamnya juga dimiliki oleh publik (setelah IPO). Oleh karena itu, dalam meninjau krisis, keberadaan dan kualifikasi Public Relations (PR) memiliki peran penting dalam proses komunikasi perusahaan Garuda Indonesia. Public Relations Garuda Indonesia dalam menangani krisis memiliki strategi yang berbeda. Strategi PR disusun disesuaikan dengan tujuan dan kondisi yang terjadi. Berdasarkan empat proses public relations, analisis masalah adalah hal utama yang harus dilakukan PR. Mendefinisikan masalah pertama, kemudian merencanakan dan mengembangkan strategi yang tepat untuk tindakan dan komunikasi kepada publik dan internal. Langkah terakhir adalah evaluasi public relations. Dalam kasus dugaan korupsi dan kerugian Garuda, Garuda Indonesia hanya memiliki tiga hubungan strategi, yaitu: strategi pertama, mengkonfirmasi berita yang beredar ke media dengan cepat. Cepat di sini bertujuan untuk menghentikan pemberitaan yang tidak tepat di media. Strategi kedua, hubungan interpersonal dengan media. Fokus perhatian PR ke media dilakukan untuk memfasilitasi komunikasi dan meningkatkan "keakraban". Selanjutnya, strategi ketiga adalah untuk mempersiapkan informasi terbaru mengenai kondisi keuangan dan saham Garuda Indonesia. Strategi ini adalah PR jangka panjang strategi Garuda Indonesia, yang memegang Analis forum Rapat Garuda setiap 3 bulan dengan mengundang para analis saham dan media. Sementara dalam kasus pemogokan pilot Garuda, ada 10 strategi PR Garuda Indonesia. Kesepuluh strategi tersebut ialah mempertemukan kedua pihak yang sedang berselisih antara managemen Garuda dan Asosiasi Pilot Garuda (APG), memberi informasi kondisi kepada karyawan Garuda, mempersiapkan alasan kebijakan untuk merekrut pilot asing, menyusun langkah antisipasi atas rencana pemogokan pilot, mempersiapkan penjelasan yang konsisten, meng-update informasi terkait pemogokan pilot di website Garuda, mengkoordinasi kesiapan masing-masing divisi managemen Garuda, mempersiapkan data yang berisi update informasi jadwal penerbangan Garuda Indonesia, convergence plan, mempertemukan kedua pihak dalam forum yang santai, dan mengundang analis dan media.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TSK.03/12 Dwi s
Uncontrolled Keywords: PR strategy, Garuda Indonesia, the crisis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD59-59.6 Public relations. Industrial publicity
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Media dan Ilmu Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
Kadek Dristiana Dwivayani, 070946039UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMustain, Prof., Dr., Drs., M.SiUNSPECIFIED
ContributorYan Yan Cahyana, Drs., M.AUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 14 Jun 2017 18:41
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36952
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item