INFEKSI OCCULT HEPATITIS B DAN GENOTIP VIRUS HEPATITIS B PADA PENGGUNA NARKOBA SUNTIK DI SURABAYA, INDONESIA

Lina Lukitasari, 010941014 (2011) INFEKSI OCCULT HEPATITIS B DAN GENOTIP VIRUS HEPATITIS B PADA PENGGUNA NARKOBA SUNTIK DI SURABAYA, INDONESIA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2013-lukitasari-24445-7.abst-k.pdf

Download (197kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
38.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Infeksi hepatitis B menyebabkan penyakit pada organ hati. Di dunia, sekitar 400 juta penduduk menderita infeksi hepatitis B. Negara-negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia, merupakan area endemis untuk infeksi hepatitis B. Infeksi hepatitis B terjadi akibat terpapar oleh virus hepatitis B (VHB) melalui darah atau cairan tubuh. Salah satu kelompok risiko tinggi terinfeksi VHB adalah pengguna narkoba suntik. Menurut Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNNRI), pengguna narkoba suntik, khususnya di Jawa Timur, jumlahnya selalu meningkat setiap tahun. Saat ini, praktik diagnosis infeksi hepatitis B adalah mendeteksi hepatitis B surface antigen (HBsAg) dengan metode ELISA. Pemeriksaan ELISA mempunyai potensi untuk terjadi reaksi false-negative karena adanya kemungkinan reaksi non-spesifik pada pemeriksaan HBsAg dengan ELISA. Sehingga perlu dilakukan deteksi DNA VHB dengan tehnik PCR karena tehnik PCR dapat memberikan hasil positif lebih cepat dibandingkan dengan pemeriksaan antigen-antibodi dari serum Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi DNA VHB dan mengetahui genotip VHB pada serum pengguna narkoba suntik dengan HBsAg negative di Surabaya, Indonesia. METODE: Sembilan puluh sembilan (99) serum ( 95 serum dari laki-laki dan 4 serum dari wanita) dengan HBsAg telah didapat. Kemudian dilakukan deteksi DNA VHB pada seluruh sampel dengan metode PCR (jika perlu nested PCR) menggunakan 2 pasang primer (P7 dan P8; HBS1 dan HBS2) berdasarkan gen surface VHB. HASIL: Hasil penelitian didapatkan, DNA VHB terdeteksi pada 7 serum dari 99 serum (7,1%) dengan HBsAg negatif. Dan penentuan genotip dengan menggunakan program komputer Genetic Ver. 9 didapatkan bahwa seluruh genotip VHB dari 7 serum yang terdeteksi DNA VHB adalah genotip B (100%). KESIMPULAN: DNA VHB terdeteksi pada serum dengan HBsAg negatif dan genotip DNA VHB tersebut adalah genotip B. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya bahwa genotip B VHB adalah genotip yang predominan di Indonesia.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKD.03/13 Luk i; KKB KK-2. TKD.03/13 Luk i; KKC KK TKD.03/13 Luk i
Uncontrolled Keywords: Infeksi occult hepatitis B, Narkoba suntik
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM300-666 Drugs and their actions
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Lina Lukitasari, 010941014UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorIndri Safitri, Prof. Dr., dr., M.SUNSPECIFIED
ContributorEdhi Rianto, dr., M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 12 Oct 2016 03:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/37038
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item