PEMBATALAN PEMBERIAN HIBAH BENDA TIDAK BERGERAK DARI ORANG TUA KEPADA ANAK (Analisis Putusan Pengadilan Negeri Maumere Nomor 6/Pdt.G/2011/PN.MMR)

DENIS IMANUEL SUCIPTO, 031042205 (2012) PEMBATALAN PEMBERIAN HIBAH BENDA TIDAK BERGERAK DARI ORANG TUA KEPADA ANAK (Analisis Putusan Pengadilan Negeri Maumere Nomor 6/Pdt.G/2011/PN.MMR). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2013-suciptoden-25197-4.abstr-k.pdf

Download (593kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
18.pdf
Restricted to Registered users only

Download (961kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sebagai suatu pemberian sukarela, maka hibah tidak diperkenankan disertai suatu janji, sesuai dengan ketentuan Pasal 1668 BW. Prosedur penghibahan harus melalui Akta Notaris yang aslinya disimpan oleh Notaris bersangkutan (Pasal 1682 BW). Hibah barulah mengikat dan mempunyai akibat hukum apabila pada hari penghibahan itu dengan kata-kata yang tegas telah dinyatakan diterima oleh penerima hibah, atau dengan suatu akta autentik telah diberi kuasa kepada orang lain (Pasal 1683 BW).Hibah harus diberikan oleh pemilik barang yang dihibahkan tersebut dan itu merupakan salah satu syarat hibah. Hibah orang tua dalam hal ini ayah kepada anaknya yang masih di bawah umur yang bertindak sebagai penerima hibah yang mewakili anaknya ternyata menjadi masalah, karena setelah hibah terlaksana, pihak istri yang mewakili anak penerima hibah meminta cerai dan oleh pengadilan diberikan hak asuh terhadap anak, dan menguasasi harta hibah anak yang masih di bawah umur tersebut.Dalam tesis ini, penulis memfokuskan pada pembatalan pemberian hibah benda tidak bergerak dari orang tua kepada anak (analisis putusan Pengadilan Negeri Maumere Nomor 6/Pdt.G/2011/PN.MMR). Sasaran yang hendak dicapai dalam tesis ini adalah kekuatan mengikatnya hibah orang tua kepada anak di bawah umur dengan ayah pemberi hibah dan istri sebagai pihak yang mewakili anak yang belum dewasa sebagai penerima hibah dan upaya hukum yang ditempuh ayah atas harta benda hibah terhadap anak yang keseluruhannya dikuasai oleh mantan istri.Hasil penelitian menjelaskan bahwa hibah orang tua kepada anak di bawah umur dengan ayah pemberi hibah dan istri sebagai pihak yang mewakili anak yang belum dewasa sebagai penerima hibah adalah tidak mempunyai kekuatan hukum, karena hibah tersebut tidak memenuhi syarat sebagaimana Pasal 1685 B.W. Hibah kepada anak-anak di bawah umur yang masih di bawah perwalian atau kepada orang yang ada di bawah pengampuan, harus diterima oleh wali atau pengampunya yang telah diberi kuasa oleh Pengadilan Negeri. Hibah yang tidak memenuhi syarat hibah dan berakibat jatuhnya miskin bagi penghibah, maka hibah tersebut dapat dicabut sebagaimana Pasal 1688 angka 3 B.W.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK 147/12 Suc p
Uncontrolled Keywords: Grant, Guardianship and Court Decisions
Subjects: K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB400-4855 Interdisciplinary discussion of subjects > KB622-628.5 Guardianship. Guardian and ward
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
DENIS IMANUEL SUCIPTO, 031042205UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSri Handajani, Dr., S.H., M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 26 Sep 2016 04:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/37116
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item