STRATEGI SURVIVAL PETAMBAK DALAM MENGATASI KERAWANAN USAHA (Studi Kasus Pada Petambak Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik)

ISTIANA, 070947002 (2012) STRATEGI SURVIVAL PETAMBAK DALAM MENGATASI KERAWANAN USAHA (Studi Kasus Pada Petambak Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2013-istiana-26706-9.abstr-t.pdf

Download (103kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2013-istiana-26706-20.full text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Survival Petambak Dalam Mengatasi Kerawanan Usaha (Studi Kasus Pada Petambak Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik). Penelitian ini dilatari keprihatinan atas kehidupan petambak yang sedang mengalami kerawanan usaha. Situasi ini telah banyak mengubah kehidupan petambak desa Pangkah Wetan mulai dari manajemen usaha, pengelolaan teknis budidaya hingga pemenuhan kebutuhan keluarga petambak akibat menurunnya pendapatan usaha. Kerawanan usaha mendorong petambak berada dalam posisi yang rentan terhadap krisis-krisis subsistensi. Kerawanan usaha terbagi menjadi tiga yaitu kerawanan ekologi, kerawanan pangsa pasar dan harga akibat monokultur. Kehidupan petambak memiliki hubungan yang erat dengan alam, mata pencarian tergantung dari alam serta terikat pada alam. Kehidupan usaha tambak sangat rentan terhadap gangguan yang berasal dari alam, bencana, ancaman hama dan penyakit, cuaca dan sebagainya. Jika alam mengalami gangguan (kerusakan ekologis) tentunya akan berdampak pada aktivitas pertambakan yaitu penurunan pendapatan bahkan kerugian usaha. Inilah bentuk kerawanan ekologis yang dialami petambak. Kerawanan pasar terlihat dari banyaknya kendala dalam perdagangan internasional seperti persaingan yang ketat, masalah standar ekspor yang sulit dipenuhi oleh petambak tradisional. Situasi ini menjadi sulit bagi petambak untuk dapat memenuhi permintaan pasar. Selanjutnya kerawanan harga terjadi akibat usaha monokultur dan regulasi pemerintah untuk mengimpor udang yang harganya jauh dibawah harga udang lokal. Kondisi ini semakin menyulitkan petambak untuk mengembangkan usahanya. Penelitian ini penting untuk diangkat, karena permasalahan yang dihadapi petambak dapat mengakibatkan terjadinya perubahan yang sangat cepat pada lingkungan hidup, yang pada gilirannya akan mengubah kehidupan sosial dan budayanya. Penelitian ini berusaha menjawab permasalahan yaitu bagaimana strategi yang dilakukan petambak untuk mempertahankan keberlanjutan usaha budidayanya (strategi survival) dalam menghadapi situasi usaha yang rawan. Dan pilihan rasional macam apakah yang dilakukan petambak dalam setiap tindakan mempertahankan keberlanjutan usahanya yang sedang mengalami kerawanan usaha. Penelitian dilakukan secara kualitatif untuk dapat mengintrepretasikan kondisi sosial masyarakat petambak. Penelitian ini memusatkan diri secara intensif pada masyarakat petambak dan mempelajarinya sebagai suatu kasus. Subyek penelitian sebanyak enam orang informan kunci dan enam belas orang informan tambahan. Data sekunder dan primer penelitian ini berasal dari berbagai sumber dan semua pihak yang bersangkutan dengan kasus yang diangkat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara indepth interview dan wawancara terbuka. Kemudian data dikumpulkan, dikatagorikan dan diproses melalui proses pemetaan dan menghubungkan klasifikasi dengan referensi teori yang ada. Petambak desa ini sangat ingin mempertahankan usahanya karena bayangbayang keuntungan besar yang pernah diperolehnya dimasa lalu sebelum keterpurukan usaha. Petambak seolah tidak pernah merasakan putus asa akan usaha yang dilakukannya. Pertama, strategi survival dalam mengatasi kerawanan ekologi yaitu memanejemen usaha dengan perlakuan teknis sesuai pengetahuan dan pengalaman petambak (mengurangi padat tebar, menggunakan pestisida dan obat-obatan, pemanenan dini, rehabilatasi mangrove). Perbedaan strategi survival petambak berdasarkan status kepemilikan yaitu: Petambak Pemilik, hanya menyediakan biaya usaha dan menyerahkan sepenuhnya masalah teknis pada pandega. Petambak Pemilik-Penggarap, mengatasi permasalahan usaha secara mandiri (pembiayaan usaha dan tenaga usaha). Petambak Penggarap (Pandega), menyediakan tenaga dan memberikan informasi permasalahan tambak kepada pemilik tambak. Kedua, strategi survival petambak (pemilik dan pemilik-penggarap) dalam mengatasi kerawanan pangsa pasar yaitu melakukan pemanenan udang pada waktunya (kondisi ekologis saat itu) dan menjual dengan harga berapapun yang berlaku saat itu kepada pengepul desa. Ketiga, strategi survival petambak (pemilik dan pemilik-penggarap) dalam mengatasi kerawanan harga yaitu melakukan pemanenan udang tepat pada waktunya dan langsung menjualnya dengan harga pasar yang terbentuk saat itu. Sedangkan untuk ikan bandeng dengan melakukan pemanenan secara parsial maupun langsung sesuai permintaan dan harga dari pengepul. Bayang-bayang kehidupan sejahtera pada masa kejayaan usaha tambak telah melatarbelakangi tindakan survive petambak. Petambak tetap menjalankan usahanya walau selama belasan tahun ini usaha tambaknya tidak memberikan kepastian hasil usaha. Para petambak menyadari bahwa lingkungan tambak telah mengalami perubahan ekologi dan tidak akan kembali seperti semula walaupun dilakukan berbagai macam cara penanggulangan. Walaupun demikian, petambak tetap melakukan usahanya terutama demi pemenuhan kebutuhan subsisten keluarga. Pada hakekatnya petambak sudah menganalisis manfaat dan risiko usaha, tindakan petambak tersebut sudah melalui rasionalitas petambak yang bersifat terbuka dan siap menghadapi resiko demi mendapatkan keuntungan yang besar. Petambak melakukan tindakan safety first yaitu terpaksa menjual hasil panen dengan harga berapapun daripada harus mengeluarkan biaya pemeliharaan lagi yang lebih besar. Dalam penelitian ini lebih mengikuti rasionalitas Popkin, strategi survival petambak dalam menghadapai kerawanan usaha bukan karena ekonomi moral (dalam konteks kearifan lokal) melainkan suatu kesadaran rasional untuk bertahan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK - 2 TSO. 05/13 Ist s
Uncontrolled Keywords: survival strategies, fish farmers, effort vulnerability
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD30.28 Strategic planning
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM711-806 Groups and organizations > HM756-781 Community
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture > SH151-179 Fish culture
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Ilmu Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
ISTIANA, 070947002UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHotman M. Siahaan, Prof., Dr.UNSPECIFIED
ContributorDoddy S. Singgih, Drs., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Date Deposited: 06 Sep 2016 05:50
Last Modified: 06 Sep 2016 05:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/37195
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item