STUDI PAKAN DAN RELUNG EKOLOGI IKAN Mystus planiceps, Hemibagrus nemurus (famili Bagridae), Pangasius micronemus (famili Pangasidae) DI KALI SURABAYA

Andreas Agus Kristanto Nugroho, 081041013 (2013) STUDI PAKAN DAN RELUNG EKOLOGI IKAN Mystus planiceps, Hemibagrus nemurus (famili Bagridae), Pangasius micronemus (famili Pangasidae) DI KALI SURABAYA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2013-nugrohoand-27074-9.abstr-k.pdf

Download (246kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2013-nugrohoand-27074-1.full text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kali Surabaya merupakan ekosistem mengalami gangguan antropogenik berupa ancaman alih fungsi bantaran sungai menjadi kawasan terbangun, modifikasi aliran alami sungai, degradasi habitat perairan sungai dan riparian, aktivitas buangan domestik dan industri dan eksploitasi sumberdaya ikan secara intensif. Salah satu perubahan yang terlihat jelas saat ini adalah spesies ikan di DAS Brantas dan kali Surabaya yang telah banyak hilang tanpa sempat dieksplorasi lebih mendalam akan fungsi ekologisnya. Studi ini dilakukan di Kali Surabaya dengan 5 zona stasiun pada bulan Juli 2011 dan bulan Oktober 2012 untuk mengetahui komposisi makanan, relung ekologi dan tumpang tindih makanan ikan Mystus planiceps, Hemibagrus nemurus dari famili Bagridae dan Pangasius micronemus dari famili Pangasidae yang merupakan ikan tangkapan yang paling banyak dicari oleh masyarakat. Dari analisis index of prepoderance didapatkan hasil ikan jendil (Pangasius micronemus) tergolong ikan omnivora dengan kecenderungan memakan tanaman, ikan rengkik (Hemibagrus nemurus) tergolong ikan omnivora dengan kecenderungan invertivora dan ikan keting (Mystus planiceps) tergolong ikan omnivora dengan kecenderungan generalis. Luas relung makanan paling kecil dimiliki ikan jendil sebesar 1,6584 (standarisasi 0,1317) sedangkan paling besar ada pada ikan keting sebesar 4,8012 (standarisasi 0,4224). Tumpang tindih ketiga ikan yang diamati di Kali Surabaya hanya bertumpang tindih sebagian dengan derajat tumpang tindih berkisar antara 0,0495 - 0,2703. Tumpang tindih ikan keting dan ikan jendil terjadi pada 5 jenis makanan dari 6 jenis makanan yang dipilih ikan jendil di Kali Surabaya, antara lain: Baetidae (0,01025), cacing (0,00041), ikan (0,00001), serpihan tanaman (0,18266) dan detritus (0,07692). Sedangkan tumpang tindih ikan keting dengan ikan rengkik terjadi pada 10 jenis makanan dari 11 jenis makanan yang dipilih ikan rengkik, antara lain: udang (0,00139), kepiting (0,08585), Chironomidae (0,02694), Baetidae (0,00547), cacing (0,00634), nimfa capung (0,00001), Gastropoda (0,00568), ikan (0,00892), serpihan tanaman (0,00478) dan detritus (0,04670). Hasil ini menunjukkan ikan Jendil di Kali Surabaya merupakan ikan yang paling selektif dan rentan dalam mendapatkan sumberdaya pakannya dan ikan keting merupakan ikan yang paling generalis dan adaptif dalam memperoleh sumberdaya pakan di Kali Surabaya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC. KK. TB 12/13 Nug s
Uncontrolled Keywords: surabaya river, ecological niche, feeding habit, Index of Prepoderance, Mystus planiceps, Hemibagrus nemurus (family: Bagridae), Pangasius micronemus (family: Pangasidae)
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH540-549.5 Ecology
Q Science > QL Zoology > QL614-639.8 Fishes
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Biologi (S2)
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Andreas Agus Kristanto Nugroho, 081041013UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorAGOES SOEGIANTO, Prof., Dr., Ir., DEAUNSPECIFIED
ContributorBambang Irawan, Dr., M.ScUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Last Modified: 09 Aug 2016 03:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/37280
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item