DINAMIKA POLITIK PERSETERUAN DALAM WACANA INDUSTRIALISASI DI MADURA

M. FAJAR SHODIQ RAMADLAN, 071144003 (2013) DINAMIKA POLITIK PERSETERUAN DALAM WACANA INDUSTRIALISASI DI MADURA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2013-ramadlanmf-27102-8.abstr-k.pdf

Download (380kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2013-ramadlanmf-27102-1.full text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Wacana industrialisasi di Madura merupakan peristiwa panjang politik perseteruan yang berlangsung lebih dari dua dekade. Politik perseteruan dalam wacana industrialisasi di Madura melewati dua setting politik yang berbeda, yakni pada masa Orde Baru dengan rezim birokratik otoriter, dan masa pasca reformasi yang lebih demokratis. Perbedaan setting politik ini memberi dinamika tersendiri, baik pada konfigurasi aktor penentang, bentuk mobilisasi, klaim dan tuntutan, serta persoalan mendasar yang menjadi sebab perseteruan. Penelitian ini dilakukan Madura, khususnya kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan motode kualitatifdeskriptif. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam dan studi dokumen. Kerangka teoritik yang digunakan adalah pendekatan Dynamic of Contention. Pendekatan ini membantu peneliti untuk membagi dan mengklasifikasi rangkaian peristiwa panjang, yang melewati pergantian setting politik dan perubahan kelembagaan politik. Kronologi perseteruan menjadi penting karena menunjukkan mobilisasi dan proses-proses politik lain. Perubahan setting politik menjadikan konfigurasi aktor, bentuk mobilisasi, klaim dan tuntutan yang disuarakan mengalami perbedaan. Pada masa Orde Baru, aktor penentang utama adalah para kyai dan ulama. Menghadapi rezim birokratik otoriter, mereka muncul dan menempati arena perseteruan karena memiliki struktur kesempatan politik yang tak dimiliki oleh aktor atau organisasi lain. Pada setting politik pasca Orde Baru, ketika jembatan Suramadu telah dibangun, aktor penentang utama adalah para kepala daerah. Keterbukaan politik dan diterapkannya desentralisasi, serta membuat para kepala daerah mampu memobilisasi jejaring yang dimiliki, baik di parlemen, kepada kyai dan ulama, serta pada level LSM dan organisasi kemasyarakatan

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK - 2 TP 14/13 Ran d
Uncontrolled Keywords: Contentious Politics, Industrialization Discourse, Madura
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD58 Industrialization
P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P302-302.87 Discourse analysis
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
M. FAJAR SHODIQ RAMADLAN, 071144003UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBudi Prasetyo, Dr., Drs., M.SiUNSPECIFIED
ContributorWisnu Pramutanto, Drs., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Last Modified: 08 Aug 2016 10:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/37289
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item