PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN JAJANAN LOKAL TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI KURANG PADA BALITA USIA 25-59 BULAN

Novia Candraningrum, 090610533 M (2008) PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN JAJANAN LOKAL TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI KURANG PADA BALITA USIA 25-59 BULAN. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2009-candraning-11089-tkm170-t.pdf

Download (642kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2009-candraning-10398-tkm170-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kekurangan gizi masih merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Kekurangan gizi yang terjadi pada periode masa kritis yaitu pada usia balita dapat mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada masa kritis, sulit untuk diperbaiki pada periode selanjutnya. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh dari pemberian makanan tambahan Jajanan Lokal terhadap peningkatan status gizi kurang pada balita di wilayah Mojo,kota Surabaya. Penelitian ini termasuk penelitian quasy-experimental dilaksanakan selama 30 hari dimana kelompok pertama sebagai kelompok perlakuan diberikan Jajanan Lokal dan kelompok kedua sebagai kelompok kontrol diberikan Pan-Enteral. Sampel yang menjadi subyek penelitian adalah anak balita usia 25-59 bulan dengan status gizi kurang (nilai Z-Score index BB/U dan BB/TB <-2 SD s/d #8805;-3SD). Subyek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yang masing-masing terdiri dari 16 anak balita. Kedua kelompok menunjukkan peningkatan rata-rata berat badan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil uji paired t-test terhadap peningkatan nilai Z-Score dengan indeks BB/U dan BB/TB pada masing-masing kelompok baik Jajanan Lokal maupun Pan-Enteral sebelum dan sesudah intervensi memperlihatkan perbedaan yang bermakna. Sementara itu hasil uji t-tes independent untuk melihat perbedaan pada kedua kelompok intervensi, dengan indeks BB/U (p=0,021) dan indeks BB/TB (p=0,00) yang artinya terdapat perbedaan yang bermakna di antara kedua kelompok tersebut. Kesimpulan akhir penelitian ini adalah pengaruh pemberian makanan tambahan Jajanan Lokal memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan Pan-Enteral dalam meningkatkan berat badan dan status gizi anak balita. Oleh karena itu sebaiknya dalam pemberian makanan tambahan pada balita bukan hanya memperhatikan mutu dan kandungan zat gizinya saja tetapi juga harus memperhatikan daya terima, daya cerna anak serta kesenangan dan kebiasaan pola makan anak setempat, sehingga program perbaikan gizi melalui PMT dapat bermanfaat dengan optimal.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC TKM 17/08 Can p
Uncontrolled Keywords: Jajanan Lokal, Pan-Enteral, Status Gizi , Anak Balita
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3625-3649 Food. Drugs. Cosmetics
R Medicine
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
Novia Candraningrum, 090610533 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBambang Wirjatmadi, Prof.,dr,MS,MCN,Ph .D,Sp.GKUNSPECIFIED
ContributorMerryana Adriani, ,SKM.,M,KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 26 Sep 2016 04:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/37500
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item