PERBEDAAN TUMBUH KEMBANG ANTARA TODDLER (ANAK USIA 1-3 TAHUN) PENGUNGSI KORBAN LUMPUR SIDOARJO DENGAN TODDLER BUKAN PENGUNGSI

Evi Fitriany, 090610556/M (2008) PERBEDAAN TUMBUH KEMBANG ANTARA TODDLER (ANAK USIA 1-3 TAHUN) PENGUNGSI KORBAN LUMPUR SIDOARJO DENGAN TODDLER BUKAN PENGUNGSI. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2009-fitrianyev-11093-tkm220-t.pdf

Download (747kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2009-fitrianyev-10401-tkm220-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak saat konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Menurut Konvensi Hak Anak yang telah diadopsi Majelis Umum PBB pada tahun 1990, dalam situasi apapun , setiap anak tanpa memandang ras, suku bangsa, jenis kelamin, asal usul keturunan, agama maupun bahasa mempunyai hak yang meliputi empat bidang, yaitu: hak atas kelangsungan hidup, hak untuk tumbuh kembang, hak untuk memperoleh perlindungan, hak untuk berpartisipasi Hal ini juga berlaku bagi anak-anak cacat mental maupun fisik, pengungsi, anak yatim piatu, dalam situasi peperangan dan anak-anak yang mengalami masalah dengan hukum. Bencana lumpur Sidoarjo merupakan suatu bencana yang membawa dampak besar dan secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi tumbuh kembang balita yang merupakan usia rawan dari pengaruh lingkungan. Bencana yang dimulai sejak 26 Mei 2006 ini tentunya telah mengakibatkan kerugian baik materiil maupun nonmaterial bagi masyarakat luas. Dampak langsung yang bisa mempengaruhi tumbuh kembang balita adalah masalah di tempat pengungsian. Adapun dampak tidak langsung yang bisa mempengaruhi tumbuh kembang balita adalah kehilangan tempat tinggal, kehilangan pekerjaan orangtua, kehilangan lingkungan bermain dan tumbuh kembang. Hal ini menjadikan balita korban bencana luapan lumpur Sidoarjo ini menjadi kelompok balita beresiko tinggi atau rawan yang sewajarnya memerlukan deteksi dini gangguan tumbuh kembang.Menurut Data Satkorlak penanganan bencana lumpur Sidoarjo di Pengungsian Pasar Baru Porong sampai Maret 2008 tercatat ada 502 Kepala Keluarga (KK) dengan 1.305 jiwa. Adapun jumlah balita sebanyak 220 anak. Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tumbuh kembang toddler (anak usia 1-3 tahun) pengungsi korban lumpur Sidoarjo dan perbedaan tumbuh kembang toddler pengungsi korban lumpur Sidoarjo dengan toddler bukan pengungsi, sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengidentifikasi pertumbuhan dan perkembangan toddler pengungsi korban lumpur Sidoarjo, mengidentifikasi pertumbuhan dan perkembangan toddler yang bukan pengungsi, membandingkan tumbuh kembang toddler pengungsi korban lumpur Sidoarjo dengan toddler yang bukan pengungsi, serta menganalisa faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi perbedaan tersebut (faktor pemberian ASI eksklusif, imunisasi, umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah anak, penghasilan keluarga, umur ayah, pendidikan ayah, jumlah anggota keluarga). Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Sampel penelitian ini adalah toddler yang terdiri dari 33 anak kelompok studi yang berstatus pengungsi dan 33 anak kelompok kontrol yang berstatus bukan pengungsi. Cara pengambilan sampel untuk studi dan kontrol masing-masing dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling. Data setelah terkumpul diolah secara manual dan dengan bantuan komputer, kemudian ditabulasi, dianalisis secara statistik deskriptif dan uji chi square serta analisis regresi logistik sederhana dengan menggunakan program komputer perangkat lunak statistik dengan tingkat signifikansi 0,05. Dari hasil penelitian melalui analisis uji chi square diperoleh hasil ada perbedaan pertumbuhan antara toddler pengungsi korban lumpur Sidoarjo dengan toddler 10 bukan pengungsi (p= 0,002) begitu pula dengan perkembangan, terdapat perbedaaan perkembangan antara toddler pengungsi korban lumpur Sidoarjo dengan toddler bukan pengungsi (p= 0,011). Beberapa faktor yang diteliti tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan maupun perkembangan toddler pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan agar pengelolaan yang baik terhadap para pengungsi terutama anak-anak khususnya anak usia balita terus ditingkatkan agar mereka tetap dapat tumbuh kembang secara baik sebagaimana anak-anak yang bukan pengungsi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC FKM 22/08 Fit p
Uncontrolled Keywords: growth, development, toddler, displace persons
Subjects: R Medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA418-418.5 Medicine and society. Social medicine. Medical sociology
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA790-790.95 Mental health. Mental illness prevention
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
Evi Fitriany, 090610556/MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMoersintowarti B.Narendra, Prof., dr, M.Sc,Sp.A (K)UNSPECIFIED
ContributorWindhu Purnomo, Dr.,dr, MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 26 Sep 2016 04:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/37503
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item