MOMENTUM PERALIHAN HAK DALAM PERJANJIAN IKATAN JUAL BELI HAK ATAS TANAH

Paula, 030810449N (2009) MOMENTUM PERALIHAN HAK DALAM PERJANJIAN IKATAN JUAL BELI HAK ATAS TANAH. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2010-paula-12437-tmk201-k.pdf

Download (312kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2010-paula-11041-tmk.201-m.pdf
Restricted to Registered users only

Download (622kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak transaksi tanah yang dilakukan oleh masyarakat. Salah satu transaksi yang paling banyak dilakukan adalah jual beli. Jual beli tanah merupakan perbuatan hukum yang dilakukan untuk memindahkan hak atas tanah dengan mendapatkan imbalan uang. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria dan peraturan pelaksanaannya, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh para pihak untuk melakukan jual beli. Sekalipun para pihak telah sepakat untuk jual beli, namun jika syarat-syarat ini belum dipenuhi maka jual beli belum dapat dilaksanakan. Oleh karenanya untuk menghindari ingkarnya para pihak dari kesepakatan mereka untuk melakukan jual beli, para pihak membuat perjanjian ikatan jual beli. Dalam masyarakat sering terjadi pembuatan perjanjian ikatan jual beli yang disertai dengan penyerahan tanah. Bersamaan dengan dibuatnya perjanjian ikatan jual beli, pihak pemilik tanah menyerahkan tanahnya untuk ditempati atau dipergunakan oleh calon pembeli. Melihat pada kenyataan tersebut, dalam tesis ini penulis melakukan penelitian hukum mengenai: 1. Karakteristik perjanjian ikatan jual beli hak atas tanah. 2. Momentum peralihan hak dalam hal tanah telah diserahkan kepada calon pembeli sejak pembuatan perjanjian ikatan jual beli hak atas tanah. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: pertama, perjanjian ikatan jual beli mempunyai karakteristik sebagai perjanjian obligatoir yang melahirkan perikatan bersyarat. Karakteristik yang lain adalah perjanjian ikatan jual beli selalu memuat klausula pemberian kuasa. Kedua, peralihan hak atas tanah terjadi pada saat pembuatan akta jual beli dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Dari hasil penelitian yang didapatkan, penulis memberikan saran kepada para pihak yang membuat perjanjian ikatan jual beli untuk merumuskan kewajiban masing-masing sedetil-detilnya dalam perjanjian ikatan jual beli dan kepada Notaris untuk memberikan penyuluhan hukum kepada para pihak agar mendapatkan perlindungan hukum. Selain itu, kepada masyarakat yang menguasai tanah berdasarkan kuasa dari pemilik tanah untuk segera melakukan jual beli dihadapan PPAT dan mendaftarkan peralihan haknya. Semoga tesis ini dapat menambah wawasan para pembaca dalam bidang hukum perjanjian dan hukum tanah.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK. 20/10 Pau m
Uncontrolled Keywords: Hak atas tanah; Perjanjian ikatan jual beli; Peralihan hak
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1024-1132 Commercial contracts
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1024-1132 Commercial contracts > K1026-1045 Sale of goods
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
Paula, 030810449NUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAGUS YUDHA HERNOKO, Dr. S.H.,UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 2016
Last Modified: 26 Oct 2016 16:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/37586
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item