OBYEK HAK TANGGUNGAN YANG BERASAL DARI BENDA HIBAH YANG DIBATALKAN

IMAM HANAFI, 030710352 / N (2009) OBYEK HAK TANGGUNGAN YANG BERASAL DARI BENDA HIBAH YANG DIBATALKAN. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-hanafiimam-12202-tmk850-k.pdf

Download (310kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2010-hanafiimam-11161-tmk8509.pdf
Restricted to Registered users only

Download (584kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Berdasarkan pasal 1666 B.W. yang dimaksud dengan Hibah adalah suatu perjanjian dengan mana si penghibah, diwaktu hidupnya, dengan cuma-cuma dan dengan tidak dapat ditarik kembali, menyerahkan sesuatu benda guna keperluan si penerima hibah yang menerima penyerahan itu. Sedangkan didalam syariat Islam, hibah berarti akad yang pokoknya adalah pemberian harta milik seseorang kepada orang lain di waktu ia masih hidup tanpa adanya imbalan apapun. Pemberian hibah yang berasal dari harta bersama atau harta gono gini terutama harta benda yang berupa tanah dan bangunan, harus mendapat ijin dan persetujuan dari isteri atau suami pemberi hibah. Hal ini sesuai dengan pasal 36 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan, yang menyebutkan bahwa mengenai harta bersama suami isteri dapat bertindak atas persetujuan kedua belah pihak. Ijin ini berfungsi sebagai syarat sahnya perjanjian hibah dan berkaitan dengan pengurusan balik nama untuk peralihan hak atas tanah dan bangunan di Badan Pertanahan Nasional. Perjanjian pemberian hibah yang dibuat tanpa ijin dan persetujuan dari pasangan suami/isteri pemberi hibah mengandung cacat dalam unsur subyektifnya. Sebab suami/isteri selaku pemberi hibah yang secara sepihak , tanpa persetujuan dari pasangannya menghibahkan harta bersama/gono gini kepada pihak lain statusnya bukanlah sebagai subyek yang berwenang untuk melakukan transaksi hibah, sehingga transaksi hibah itu dapat dibatalkan (vernietigbaar). Dalam hal ini memberikan peluang berupa hak bagi pihak yang merasa dirugikan dengan adanya hibah tersebut untuk mengajukan pembatalannya kepada pengadilan yang berwenang. Jika perjanjian hibah itu dapat dibatalkan (vernietigbaar), maka kedudukan Bank selaku kreditor disini sangat dirugikan karena segala bentuk perikatan-perikatan hukum atau tindakan-tindakan hukum serta akibat-akibat hukumnya harus pula dibatalkan. Pembatalan hibah berpengaruh terhadap segala hal yang berkaitan dengan obyek hibah itu. Pembatalan hibah ini berpengaruh terhadap Sertifikat Hak Atas Tanah yang telah beralih nama dari nama pemberi hibah ke atas nama Penerima hibah. Akibat pembatalan hibah ini maka proses balik nama Sertipikat Hak Atas Tanah yang berasal dari harta hibah tersebut juga menjadi batal dan sertipikat tanah harus dikembalikan dan dibalik nama ke atas nama isteri/suami atau ahli waris penghibah Akibat lain dari pembatalan hibah dan pembatalan balik nama sertipikat yang sudah atas nama pemberi hibah juga berpengaruh terhadap perjanjian maupun proses selanjutnya termasuk akta jual beli dengan pihak ketiga maupun balik nama sertipikatnya. Semua perjanjian dan proses transaksi berikutnya juga ikut batal.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK 85 / 09 Han o
Uncontrolled Keywords: Hak Tanggungan ; Benda Hibah
Subjects: K Law > KB Religious law in general
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
IMAM HANAFI, 030710352 / NUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorH.Moch. Isnaeni, Prof. Dr., S.H., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 06 Aug 2016 16:06
Last Modified: 06 Aug 2016 16:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/37620
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item