PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMBELI DALAM PENJUALAN LELANG OBJEK JAMINAN

AMBAR SUSANTI, 030710259 (2009) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMBELI DALAM PENJUALAN LELANG OBJEK JAMINAN. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2010-susantiamb-12339-tmk133-k.pdf

Download (305kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2010-susantiamb-11270-tmk133-9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (668kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Lelang merupakan salah satu metode jual beli. Jual beli melalui lelang merupakan salah satu cara melakukan pengalihan hak kepemilikan dari penjual kepada pembeli setelah tercapainya kesepakatan. Keabsahan lelang tergantung dari keabsahan pelaksanaannya, untuk menentukan sah dan tidaknya pelaksanaan lelang di lihat dari prosedur pelaksanaanya. Dalam prosedur lelang terdiri dari tiga tahapan yaitu tahapan pra lelang, tahapan pelaksanaan lelang dan tahapan pasca lelang. Apabila pelaksanaan lelang telah memenuhi persyaratan dan sesuai dengan prosedur, maka lelang tersebut adalah sah dan tidak dapat dibatalkan, namun sebaliknya apabila menyalahi ketentuan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam prosedur lelang, maka akan berakibat lelang tersebut batal demi hukum, atau dapat dibatalkan. Pembeli lelang yang telah membeli barang melalui lelang yang telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan maka berhak memperoleh perlindungan hukum. Pembeli lelang yang tidak memperoleh haknya, maka upaya hukum yang dapat dilakukan oleh pembeli lelang untuk mempertahankan haknya tersebut, yaitu dengan mengajukan gugatan ke pengadilan guna untuk mendapatkan perlindungan hukum dan kepastian hak yang seharusnya diperoleh, karena pembeli beritikad baik sehingga perlu dilindungi, wujud dari perlindungan hukum yang diberikan terhadap pembeli lelang baik bertindak sebagai tergugat maupun bertindak sebagai penggugat dalam kasus di atas adalah dengan adanya putusan hakim yang menyatakan lelang sebagai perbuatan hukum yang sah karena sudah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan menolak bantahan dari penggugat, dimana penggugat tidak berwenang mengajukan gugatan sebab penggugat tidak ada hubungan hukum dalam perjanjian jual beli lelang.Sementara dalam putusan yang lain, dimana pembeli lelang sebagai penggugat, mengajukan gugatan pembatalan lelang ke pengadilan karena dalam pelaksanaan lelang menyimpang dari prosedur lelang. Pengadilan dalam hal ini memberikan perlindungan terhadap pembeli lelang yaitu dengan memberikan putusan yang menyatakan bahwa lelang tersebut batal.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK 133 / 09 Sus p
Uncontrolled Keywords: Perlindungan Hukum;Obyek Jaminan
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1024-1132 Commercial contracts > K1100-1109 Secured transactions
K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB400-4855 Interdisciplinary discussion of subjects > KB810-962.8 Obligations. Contracts and transactions
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
AMBAR SUSANTI, 030710259UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorM. Hadi Shubhan, Dr., S.H., M.H., CNUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Septian Eko Budianto
Date Deposited: 21 Oct 2016 19:15
Last Modified: 21 Oct 2016 19:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/37708
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item