HAK ANAK ANGKAT DAN SAUDARA KANDUNG PEWARIS ATAS HARTA WARISAN

DIMAS BISMI HAMDALA, 030610142-N (2009) HAK ANAK ANGKAT DAN SAUDARA KANDUNG PEWARIS ATAS HARTA WARISAN. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2010-hamdaladim-12371-tmk138-k.pdf

Download (303kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2010-hamdaladim-11279-tmk138-9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (759kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Anak angkat dari perkawinan suami terdahulu mempunyai hak untuk mendapatkan bagian harta waris ayah angkatnya. Bagian yang diterimanya bukan didasarkan atas hak mewaris, karena dalam hukum Islam ahli waris adalah yang ada hubungan didasarkan atas perkawinan dan didasarkan atas adanya hubungan darah dengan pewaris. Meskipun anak angkat tidak mempunyai hubungan darah dengan pewaris, mendapatkan bagian atas harta waris didasarkan atas wasiat wajibah yang bagiannya tidak lebih 1/3 dari harta peninggalan pewaris sesuai dengan pasal 209 KHI, bahwa terhadap anak angkat yang tidak menerima wasiat diberi wasiat wajibah sebanyak-banyaknya 1/3 dari harta warisan orang tua angkatnya. Saudara kandung pewaris terhijab dalam hal mewaris jika pewaris mempunyai anak kandung sesuai dengan pasal 174 KHI. Menurut fikih klasik yang berhak untuk mewaris adalah kerabat terdekat, sehingga saudara kandung berhak untuk mendapatkan bagian dari harta waris saudara kandungnya, karena saudara kandung merupakan kerabat terdekat bila dibandingkan dengan ahli waris pengganti. Pada perkembangan berikutnya dengan diterbitkannya KHI, saudara kandung terhijab oleh anak kandung. Pada perkembangan berikutnya Mahkamah Agung dalam yurisprudensinya tidak memberikan hak untuk mendapatkan bagian waris saudara kandung, selama pewaris mempunyai anak kandung. Dasar hukum yang digunakan bukan Kompilasi Hukum Islam, melainkan Al-Qur'an surat an-Nisa' ayat 7 : ”Untuk laki-laki ada bagian dari peninggalan ibu bapak dan karib kerabat yang terdekat, dan untuk perempuan-perempuan ada bagian pula dari peninggalan ibu bapak dan karib yang terdekat, baik sedikit ataupun banyak, sebagai bagian yang telah ditetapkan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK 138/09 Ham h
Uncontrolled Keywords: Anak Angkat;Anak Kandung;Hukum Waris
Subjects: K Law > KB Religious law in general
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
DIMAS BISMI HAMDALA, 030610142-NUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAFDOL, Prof. Dr. H, S.H., M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 06 Aug 2016 16:53
Last Modified: 06 Aug 2016 16:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/37713
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item