ASPEK KONTRAKTUAL DALAM WARALABA SALON MOBIL

OLIVIA VALENCIA NANI, 030810685 N (2011) ASPEK KONTRAKTUAL DALAM WARALABA SALON MOBIL. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2011-naniolivia-18970-tmk141-k.pdf

Download (306kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2011-naniolivia-15776-tmk1411.pdf
Restricted to Registered users only

Download (645kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pertumbuhan dunia bisnis dewasa ini begitu pesat berkembang, didukung pula usaha untuk memperluas bisnis kian bervariatif. Salah satu bentuk pengembangan atau upaya memperluas bisnis yaitu dengan menggunakan sistem bisnis Waralaba. Bagi penerima waralaba dengan adanya sistem bisnis waralaba tersebut setidak-tidaknya akan menguntungkannya dalam hal efisiensi usaha, artinya penerima waralaba menggunakan atas kekhasan bisnis, merek bisnis, logo, cara memproduksi, pemasaran serta service ditambah lagi diberikannya technical assistance. Dalam tesis ini yang akan diangkat sebagai pokok kajian dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Apa karakteristik kontrak waralaba salon mobil? 2. Apa bentuk perlindungan hukum terhadap penerima waralaba? Penulisan tesis ini menggunakan tipe penelitian hukum normatif atau legal research yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk menjawab suatu permasalahan yang terkait dengan rumusan masalah kemudian menganalisisnya dengan menggunakan sumber-sumber bahan hukum yang digunakan sebagai bahan acuan. Pembahasan masalah dalam tesis ini menggunakan bentuk pendekatan Perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conseptual approach). Karakteristik dalam kontrak waralaba salon mobil terdapat pada adanya kekhasan produk yang di gunakan dalam salon mobil. Kekhasan dalam produk inilah yang hanya didapatkan pada satu merek waralaba dan tidak diperjual belikan secara bebas. Sehingga kekhasan dalam suatu waralaba ini yang dapat dijadikan daya tarik dan daya jual dalam persaingan bisnisnya. Dalam Kebebasan Berkontrak waralaba, terdapat batas kebebasan berkontrak, dimana para pihak yang terlibat dalam bisnis waralaba merujuk pada ketentuan Pasal 1338 ayat (1) BW serta Pasal 1320 (BW) sebagai ketentuan yang mengatur syarat sahnya suatu kontrak. Dengan ketentuan tersebut, setiap orang bebas untuk membuat segala macam kontrak, asal tidak bertentangan dengan undang-undang, kesusilaan, dan ketertiban umum, serta kontrak tersebut harus dilaksanakan dengan itikad baik (pasal 1337 BW). Untuk memberikan kepastian hukum dalam bisnis waralaba di Indonesia, terutama untuk melindungi pihak-pihak yang terlibat didalamnya, dibuatlah Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2007 tentang Waralaba. Peraturan Pemerintah tersebut diperkuat dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 12/M-Dag/Per/3/2006 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK 14 / 11 Nan a
Uncontrolled Keywords: Waralaba
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5428-5429.6 Retail trade
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K623-968 Civil law > K830-968 Obligations > K840-917 Contracts
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
OLIVIA VALENCIA NANI, 030810685 NUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorY. Sogar Simamora, Prof.,Dr.,S.H.,M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Last Modified: 12 Jul 2016 02:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/37932
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item