PENYELESAIAN SENGKETA PERBANKAN SYARIAH DI PENGADILAN AGAMA

ANOEK EKAWATIE, 030710406 (2009) PENYELESAIAN SENGKETA PERBANKAN SYARIAH DI PENGADILAN AGAMA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2011-ekawatiean-19473-thd031-k.pdf

Download (304kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2011-ekawatiean-16243-thd0311.pdf
Restricted to Registered users only

Download (689kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Permasalahan hukum yang melandasi kajian ini ialah Hubungan hukum para pihak dalam Pembiayaan Syariah serta Model Penyelesaian Sengketa Pembiayaan Syariah di Pengadilan Agama. Hubungan hukum para pihak dalam produk di bank syariah bisa meliputi hubungan penitipan, hubungan kemitraaan, hubungan jual beli, hubungan sewa menyewa dan hubungan jual jasa. Hubungan hukum yang muncul dalam akad bagi hasil adalah hubungan kemitraaan. Walaupun dibingkai dengan term pembiayaan, tapi pada hakekatnya adalah kemitraan yang berbagi untung dan rugi. Sedangan pada akad ijarah yakni akad menukar sesuatu dengan adanya imbalannya, bank menyewakan suatu asset yang sebelumnya telah dibeli oleh bank kepada nasabahnya untuk jangka waktu tertentu dengan jumlah sewa yang telah disetujui di muka, dengan hubungan hukumnya ialah sewa menyewa.Sedangkan pada akad jual beli, murabahah, bank memberikan pembiayaan yang dikemas dengan akad jual beli. Dalam produk-produk yang lain bank dan nasabah bertindak selaku pemberi dan penerima jasa. Pengadilan Agama memiliki wewenang absolut dalam sengketa bisnis syariah. Berlandaskan ketentuan undang-undang Peradilan Agama maksud kata ‘orang-orang yang beragama Islam’ adalah termasuk orang atau badan hukum yang dengan sendirinya menundukkan diri dengan sukarela kepada hukum Islam...”. Dengan demikian ‘orang-orang yang beragama Islam’ disini bukan mutlak hanya orang-orang menganut agama Islam saja, tetapi termasuk orang atau badan hukum yang dengan sendirinya menundukkan diri dengan sukarela kepada Hukum Islam. UU Peradilan Agama memberikan ketegasan bahwa non-muslim dapat menyelesaikan sengketanya melalui peradilan agama selama ia menundukkan diri dengan sukarela kepada Hukum Islam. Hubungan hukum yang melandasi keperdataan pihak-pihak tersebut berdasarkan Hukum Islam.Perkara-perkara yang disengketakan terbatas pada bidang perkawinan, waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infaq, sadaqah dan ekonomi Islam Pola penyelesainya dengan berlandaskan asas Personalitas Keislaman, Asas kebebasan, Asas wajib mendamaikan, Asas sederhana, cepat dan berbiaya ringan, Asas persidangan terbuka untuk umum, Asas Legalitas, Asas persamaan dan Asas aktif memberi bantuan Sehingga disarankan perlu peningkatan Perma Nomor 02 Tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah menjadi Undang-Undang. Penyelesaian perkara ekonomi syariah khususnya perbankan syariah harus tetap memegang teguh prinsip syariah untuk menghormati para pihak yang telah memilih hukum syariah dalam bertransaksi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 THD 03 / 11 Eka p
Uncontrolled Keywords: Pembiayaan Syariah,Pengadilan Agama
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP174-190 The practice of Islam
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1024-1132 Commercial contracts > K1066-1089 Banking
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Hukum
Creators:
CreatorsEmail
ANOEK EKAWATIE, 030710406UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorABDUL SHOMAD, Dr., Drs., S.H., M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Last Modified: 11 Jul 2016 05:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/37960
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item