PROBLEMATIKA PERKAWINAN MASYARAKAT ADAT SAMIN DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974

ADIARTI PURNALITA, 030942091 (2011) PROBLEMATIKA PERKAWINAN MASYARAKAT ADAT SAMIN DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2011-purnalitaa-20105-tmk115-k.pdf

Download (305kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2011-purnalitaa-16854-tmk115-1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (581kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Budaya/tradisi Samin ditemukan beberapa keunikan dalam perkawinan masyarakat adat Samin yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Masyarakat adat Samin masih menerapkan ajaran mengenai larangan perkawinan, tata cara perkawinan, syarat perkawinan dan sebagainya yang tertulis dalam kitab Serat Pikukuh Kasejatan. Perkawinan masyarakat adat Samin dalam hal syarat perkawinannya harus mendapatkan persetujuan dari seluruh saudara, orang tua dan masyarakat adat Samin sekitar. Asalkan semua saudara, orangtua dan masyarakat sekitar setuju, maka perkawinan itu sudah sah dan tidak memerlukan pencatatan perkawinan di Kantor Urusan Agama (KUA) karena dianggap pencatatan administrasi pemerintah di Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan lembaga yang dijalankan oleh manusia, bapak-ibu Samin juga manusia sehingga perkawinan itu telah terwakili oleh bapak-ibu yang juga manusia. Selain itu, masyarakat adat Samin berprinsip tanpa menghadirkan petugas Kantor urusan Agama (KUA) atau juga tanpa mencatatkan di Kantor Catatan Sipil merupakan salah satu tradisi nenek moyang mereka sehingga status hukumnya belum pasti dan tidak kuat secara hukum karena tidak adanya alat bukti yang menguatkan telah terjadinya perkawinan tersebut jika ada sengketa seperti terjadinya perceraian, perkawinan dianggap tidak sah, anak hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibu dan keluarga ibu, anak dan ibunya tidak berhak atas nafkah dan warisan. Sosialisasi mengenai Undang-Undang Perkawinan harus dilaksanakan dengan baik dan harus mendapat dukungan dari berbagai pihak yang dalam hal ini terkait dengan masalah ini serta kerja sama yang kompak. Penyuluhan terhadap masyarakat adat Samin dapat dilakukan dengan cara melalui pendekatan terlebih dahulu kepada tokoh masyarakat yang merupakan cara efektif dalam mengenalkan pentingnya pendidikan untuk kemajuan dan perkembangan masyarakat adat Samin di masa depan. Perlu kerja sama yang kompak antara pemerintah dengan masyarakat adat Samin itu sendiri dalam melakukan penyuluhan tentang segala hal yang berhubungan dengan masalah perkawinan misalnya mengenai pencatatan perkawinan, perkawinan di bawah umur, akibat yang timbul dari pelaksanaan perkawinan tersebut serta ketentuan yang berlaku (sosialisasi Undang-Undang Perkawinan) yang sebaiknya dilakukan oleh petugas KUA.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK 115 / 11 Pur p
Uncontrolled Keywords: Perkawinan Masyarakat Adat Samin
Subjects: H Social Sciences > HS Societies secret benevolent etc > HS1-3371 Societies: secret, benevolent, etc. > HS1355 Other societies
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3154-3370 Constitutional law
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws > K7120-7197 Persons > K7155-7197 Domestic relations. Family law > K7157-7179 Marriage. Husband and wife
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
ADIARTI PURNALITA, 030942091UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLisman Iskandar, S.H.,M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 01 Jul 2016 03:48
Last Modified: 01 Jul 2016 03:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/38086
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item