KAJIAN SUHU PEMANASAN EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI

Ira Nugerahani, 080941002 (2011) KAJIAN SUHU PEMANASAN EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2011-nugerahani-21294-tb0211-k.pdf

Download (307kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2011-nugerahani-17899-tb0211.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan suhu pemanasan ekstrak kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap pH , kadar senyawa bioaktif (total asam, antosianin, flavonoid dan fenol), diameter daerah hambatan pertumbuhan (DHP) Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25922 serta terhadap nilai MIC dan MBC Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25922. Kelopak bunga rosela yang digunakan diekstraksi dengan air. Ekstrak kelopak bunga rosela yang diperoleh diperlakukan pemanasan dengan 5 (lima) variasi suhu yaitu tanpa pemanasan, 60 2oC, 70 2oC, 80 2oC dan 90 2 oC, selama 30 menit. Data hasil pengujian pH (pH meter), total asam sebagai asam malat, kadar antosianin (metode pH-differensial), kadar flavonoid, total fenol (metode spektrofotometri menggunakan reagen Folin-ciocalteu), diameter daerah hambatan pertumbuhan (DHP) Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25922 (metode difusi sumur agar overlay) dianalisis secara statistik dengan ANAVA satu arah pada taraf nyata 5%, jika perlakuan menunjukkan perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji DMRT. Data yang digunakan untuk menentukan MIC dan MBC (metode dilusi cair) dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa perbedaan perlakuan suhu pemanasan ekstrak kelopak bunga rosela berpengaruh nyata terhadap total asam, kadar flavonoid dan total fenol, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pH dan kadar antosianin, sedangkan diameter daerah hambatan pertumbuhan (DHP) Staphylococcus aureus ATCC 25923 lebih besar dibandingkan diameter daerah hambatan pertumbuhan Escherichia coli ATCC 25922. Nilai MIC Staphylococcus aureus ATCC 25923 yang diperoleh berkisar antara 1,56- 12,5 %, sedangkan nilai MIC Escherichia coli ATCC 25922 berkisar antara 6,25- 12,5%. Nilai MBC Staphylococcus aureus ATCC 25923 yang diperoleh berkisar antara 3,13-25 %, sedangkan nilai MBC Escherichia coli ATCC 25922 berkisar antara 12,5- 25 %.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TB 02 / 11 Nug k
Uncontrolled Keywords: rosella calyx extracts, heating temperature, Staphylococcus aureus ATCC 25923, Escherichia coli ATCC 25922
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD241-441 Organic chemistry
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Q Science > QR Microbiology > QR1-502 Microbiology
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Biologi (S2)
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Ira Nugerahani, 080941002UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorNi'matuzahroh, Dr.UNSPECIFIED
ContributorTini Surtiningsih, Dr.,Ir.,DEAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 30 Jun 2016 02:43
Last Modified: 14 Jun 2017 18:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/38182
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item