KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA: STUDI TENTANG PERAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENGELOLA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA RESAPOMBO, KEC. DOKO, KAB. BLITAR

KATON GALIH SETYAWAN, 071214753003 (2014) KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA: STUDI TENTANG PERAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENGELOLA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA RESAPOMBO, KEC. DOKO, KAB. BLITAR. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2014-setyawanka-30876-10.abst-k.pdf

Download (95kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2014-setyawanka-30876-full text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (754kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kepentingan politik dan ekonomi diperuncing menjadi masalah agama banyak terjadi di Indonesia. Bahkan pertentangan dengan latar belakang agama di Jawa Timur sangat tinggi terjadi dan masyarakat Jawa Timur menduduki peringkat kedua sebagai masyarakat intoleran di Indonesia. Pemaksaan kehendak terhadap pemahaman agama sangat tinggi intensitasnya. Namun tidak demikian di Desa Resapombo yang multiagama mereka hidup rukun dan berdampingan tanpa adanya konflik terbuka di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu pada penelitian ini mengambil fokus penelitian dengan mengacu pada bagaimana simbol-simbol kearifan lokal dimaknai oleh masyarakat Desa Resapombo untuk berperan dalam mengelola kerukunan antar umat beragama dan unsur-unsur kearifan lokal di masyarakat tersebut dapat dinegosiasikan ke dalam nilai-nilai agama yang dianut oleh masyarakat sehingga dapat berperan dalam mengelola kerukunan antar umat beragama. Penelitian ini menggunakan perspektif interaksi simbolik Blumer yaitu interaksi sosial dapat dipahami melalui makna yang ditafsirkan oleh aktornya. Selain dengan perpspektif interaksi simbolik juga menggunakan konsep kearifan lokal dari berbagai ahli, konsep akulturasi dan sinkretisme pada masyarakat Jawa dan konsep kerukunan pada masyarakat Jawa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Di dalam membina kerukunan antar umat beragama terjadi proses sosial yang panjang dan menjadi membudaya saat ini dan dimaknai atau ditafsirkan sendiri oleh pelakunya dan itu dapat dikatan sebagai kearifan lokal mereka sendiri. Proses sosial itu dapat berupa beberapa kegiatan yang bersifat kegotongroyongan dan musyawarah mufakat. Kegiatan itu dapat berupa acara bersih desa, dan beberapa kegiatan kecil lainnya, kemudian ada kegiatan sayan sebagai satu mekanisme gotong royong yang berkembang di Desa Resapombo. Kelompok macapat juga berperan dalam proses sosial karena di dalam kelompok macapat dimaknai terjadi interkasi langsung dan berkelanjutan diantara umat beragama. Begitu juga dengan adanya lembaga resmi desa berupa BPD dan LPMD yang menjadi tempat akomodatif untuk menampung semua kepentingan politik di tingkat desa. Selanjutnya adalah mekanisme dialog tidak resmi yang banyak dilakukan oleh warga Desa Resapombo yaitu berupa layat srawung jagong. Selain itu terdapat pula simbol yang dinegosiasikan oleh aktor yang berkaitan dengan nilai budaya Jawa dan nilai agama yang dianut oleh masyarakat yaitu dalam acara bersih desa, sayan dan macapat.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TSO. 04/14 Set k
Uncontrolled Keywords: Kerukunan, Agama dan Kearifan Lokal
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion > BL1-50 Religion (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion > BL410 Religions in Relation to One Another
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Ilmu Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
KATON GALIH SETYAWAN, 071214753003UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEmy Susanti, Dr., Dra., M.AUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Last Modified: 29 Aug 2016 11:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/38632
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item