KONSEP MASKULINITAS BONEK SURABAYA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA AREK

ANNYSA ENDRIASTUTI, 121141030 (2014) KONSEP MASKULINITAS BONEK SURABAYA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA AREK. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2014-endriastut-31652-5.abst-k.pdf

Download (32kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2014-endriastut-31652-full text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Suporter dianggap sebagai ‘pemain keduabelas’ dalam sebuah klub sepakbola karena menjadi bagian integral bagi keberhasilan klub. Keberadaan mereka baik di dalam maupun di luar stadion berdampak signifikan dan berpengaruh dalam memformulasikan gagasan bahwa suporter sepakbola, seperti Bonek, memiliki identitas gender maskulin yang berwujud. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengungkap atribut laki-laki ideal pada Bonek, mengidentifikasi atribut-atribut maskulinitas Bonek yang teremanifestasi dalam aksi-aksi yang mereka lakukan baik di dalam maupun di luar stadion dalam perspektif budaya arek, serta memformulasikan hubungan dan makna yang terjalin di antara keduanya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep laki-laki ideal bagi para Bonek meliputi atribut maskulinitas inti: kekuatan fisik, kepemimpinan, altruisme, dan spiritualitas di mana keempat atribut tersebut diboncengi beberapa atribut maskulinitas pendukung lainnya meliputi: kekeluargaan/cinta, uang/kesuksesan, perempuan/seks, fun, aktivitas outdoor, serta kecerdasan/pengetahuan. Sementara itu manifestasi atribut-atribut maskulinitas Bonek dalam kaitannya dengan budaya arek meliputi:nekat, heroik, berani, loyalitas, rasa bangga, solidaritas, dan egaliter. Berdasarkan temuan di atas, maka identitas maskulin Bonek merupakan representasi gaya militan pejuang ’45 yang menjunjung lokalitas nilai-nilai budaya arek di mana terdapat perbedaan dan persamaan antara maskulinitas yang diidealkan dengan yang dimanifestasikan. Berdasarkan hubungan di atas makna yang pertama muncul bahwa maskulinitas adalah sebuah konstruksi yang dibentuk oleh masyarakat di mana konstruksi tersebut terdiri dari noma-norma yang bersifat imagine (imajinasi) sehingga tidak semua Bonek mampu mencapainya.Makna yang kedua adalah, karena maskulinitas merupakan suatu bentuk konstruksi, maka antara konsep maskulinitas di satu tempat dengan tempat lainnya akan mengalami perbedaan. Makna yang terakhir muncul sebagai penekanan terhadap pendeferensian jender laki-laki pada domestik perempuan

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TKSB.05/14 End k
Uncontrolled Keywords: identitas, maskulinitas, Bonek Persebaya, budaya arek
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1041-1101 Social perception. Social cognition Including perception of the self and others, prejudices, stereotype
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM711-806 Groups and organizations > HM756-781 Community
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Magister Kajian Sastra dan Ilmu Budaya
Creators:
CreatorsEmail
ANNYSA ENDRIASTUTI, 121141030UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNur Wulan, Dra., M.A., Ph.DUNSPECIFIED
ContributorGesang Manggala NP, M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Last Modified: 26 Aug 2016 08:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/38696
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item