KEPAILITAN DEVELOPER APARTEMEN YANG WANPRESTASI UNTUK MELAKUKAN AJB KARENA TIDAK TERSELESAIKANNYA SERTIPIKAT

SANTO SUGIANTO, 031214253005 (2014) KEPAILITAN DEVELOPER APARTEMEN YANG WANPRESTASI UNTUK MELAKUKAN AJB KARENA TIDAK TERSELESAIKANNYA SERTIPIKAT. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2014-sugiantosa-31726-3.abstr-i.pdf

Download (306kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2014-sugiantosa-31726-full text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Adanya rumah susun/apartemen bukanlah fenomena baru di Indonesia terutama di kota-kota besar, hal ini dikarenakan semakin sempitnya lahan atau tempat untuk dibuat sebagai rumah atau pemukiman yang merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Apartemen saat ini sudah menjadi salah satu alternatif tempat tinggal. Untuk memiliki apartemen tidak sedikit orang yang memesan atau melakukan indent untuk memperolehnya dengan membayar sejumlah uang pengikat sedangkan bangunan berupa rumah susun atau apartemen belum ada secara fisik. Dalam melakukan transaksi jual beli setelah indent atau pemesanan, maka kedua belah pihak akan membuat suatu perjanjian pengikatan jual beli yang berisi mengenai hak-hak dan kewajiban keduanya yang dituangkan dalam akta pengikatan jual beli. (Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat No. 11/KPTS/1994 tentang Pedoman Perikatan Jual Beli Satuan Rumah Susun). Setelah apartemen selesai dibangun developer apartemen hanya melakukan serah terima unit, tidak menyerahkan sertipikat hak milik strata tittle dan menyelenggarakan AJB sesuai kewajiban developer apartemen yang tercantum di PPJB. Hal ini menimbulkan ketidakpastian untuk memiliki apartemen bagi pembeli yang telah melunasi pembayaran. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif. Analisis penelitian ini menggunakan tiga pendekatan (approach), yaitu pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian yang didapat adalah bahwa pengingkaran developer apartemen untuk menyelesaikan sertipikat para pembeli apartemen merupakan wanprestasi atas ewajiban yang harus dilakukan, dengan demikian pengingkaran tersebut merupakan utang sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengajukan permohonan kepailitan ke Pengadilan Niaga dan meminta penunjukan Kurator serta Hakim Pengawas untuk pengurus harta pailit developer apartemen guna menyelesaikan kewajiban developer apartemen terhadap para pembeli

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK. 27/14 Sug k
Uncontrolled Keywords: Kepailitan, Wanprestasi, Apartemen
Subjects: H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG3691-3769 Credit. Debt. Loans
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K623-968 Civil law > K720-792 Property
K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB400-4855 Interdisciplinary discussion of subjects > KB810-962.8 Obligations. Contracts and transactions
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SANTO SUGIANTO, 031214253005UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorM. Hadi Shubhan, Dr., S.H., M.H., CNUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Last Modified: 26 Aug 2016 08:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/38701
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item