ANALISIS 5C PADA PENGALIHAN UTANG (TAKE OVER KREDIT) OLEH BANK SYARIAH BERDASARKAN FATWA DSN NOMOR 31/DSN-MUI/VI/2002

WARDATUL MUNIROH, 031214253014 (2014) ANALISIS 5C PADA PENGALIHAN UTANG (TAKE OVER KREDIT) OLEH BANK SYARIAH BERDASARKAN FATWA DSN NOMOR 31/DSN-MUI/VI/2002. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2014-munirohwar-31755-4.abs-k.pdf

Download (295kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2014-munirohwar-31755-full text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (689kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Bank merupakan salah satu bentuk lembaga keuangan sebagai salah satu urat nadi perekonomian sebuah negara. Dalam menjalankan kegiatan perbankan syariah harus menerapkan prinsip kehati-hatian dan kesehatan bank seperti juga yang diterapkan pada bank konvensional , agar tercipta perbankan yang sehat, kuat dan efisien sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Pasal 2 Undang-Undang Syariah Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah menganalisa pembiayaan oleh bank syariah sebagai upaya meminimalkan risiko take over kredit dan menganalisa tentang akad apa sajakah yang membingkai take over kredit oleh bank syariah. Pendekatan yang dipergunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Prinsip 5 C wajib dilakukan oleh bank sebagaimana dalam kasus antara Nining Rohayati binti Waslam dengan PT Bank Syariah Mega Indonesia dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 492 K/AG/2011. Bank syariah juga wajib menganalisa pembiayaan sebagai upaya meminimalkan risiko take over kredit. Untuk meminimalisir risiko pembiayaan bermasalah, maka bank syariah dalam menyalurkan pembiayaan Murabahah wajib menempuh cara-cara yang tidak merugikan bank syariah dan kepentingan nasabah yang mempercayakan dananya dengan jalan melakukan analisa pembiayaan. Untuk mengukur kemampuan atau kesediaan nasabah dalam dunia perbankan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang biasa disebut sebagai analisa 5C, 7P dan 3R untuk mengantisipasi risiko dalam melakukan take over kredit. Produk take over kredit dalam bank syariah disebut dengan pengalihan utang, sebagaimana dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 31/DSN-MUI/VI/2002. Dan dalam Fatwa DSN tersebut terdapat akad-akad yang membingkai take over kredit syariah

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK. 29/14 Mun a
Uncontrolled Keywords: Take Over, Pembiayaan, Bank Syariah
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP1-253 Islam
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28-70 Management. Industrial Management
H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG1501-3550 Banking > HG1641-1643 Bank loans. Bank credit. Commercial loans
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1024-1132 Commercial contracts > K1066-1089 Banking
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
WARDATUL MUNIROH, 031214253014UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorTrisadini Prasastinah Usanti, Dr., S.H., M.HUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Last Modified: 26 Aug 2016 07:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/38704
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item