LEMBAGA SENSOR FILM SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN HUKUM PADA MASYARAKAT ATAS PENYIARAN YANG TIDAK SEHAT

DESY RESTIANTI ANGGRAENI, 031214153089 (2014) LEMBAGA SENSOR FILM SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN HUKUM PADA MASYARAKAT ATAS PENYIARAN YANG TIDAK SEHAT. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2014-anggraenid-33231-4.abstr-i.pdf

Download (179kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2014-anggraenid-33231-full text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (840kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Film sebagai karya seni budaya yang terwujud berdasarkan kaidah sinematografi merupakan fenomena kebudayaan. Hal itu bermakna bahwa film merupakan hasil proses kreatif warga negara yang dilakukan dengan memadukan keindahan, kecanggihan teknologi, serta sistem nilai, gagasan, norma, dan tindakan manusia dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan demikian film tidak bebas nilai karena memiliki seuntai gagasan vital dan pesan yang dikembangkan sebagai karya kolektif dari banyak orang yang terorganisasi. Itulah sebabnya, film merupakan pranata sosial (social institution) yang memiliki kepribadian, visi dan misi yang akan menentukan mutu dan kelayakannya. Hal itu sangat dipengaruhi oleh kompetensi dan dedikasi orang-orang yang bekerja secara kolektif, kemajuan teknologi, dan sumber daya lainnya. Film dibuat di dalam negeri dan dapat diimpor dari luar negeri dengan segala pengaruhnya. Film yang dibuat di dalam negeri dan film impor dari luar negeri yang beredar dan dipertunjukkan di Indonesia ditujukan untuk terbinanya akhlak mulia, terwujudnya kecerdasan kehidupan bangsa, terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa,meningkatnya harkat dan martabat bangsa, berkembangnya dan lestarinya nilai budaya bangsa, meningkatnya kesejahteraan masyarakat, dan berkembangnya film berbasis budaya bangsa yang hidup dan berkelanjutan. Film Indonesia yang diekspor terutama dimaksudkan agar budaya bangsa Indonesia dikenal oleh dunia internasional. Itulah sebabnya film sebelum beredar dan dipertunjukkan di Indonesia wajib disensor dan memperoleh surat tanda lulus sensor yang dikeluarkan oleh lembaga sensor film. Sensor pada dasarnya diperlukan untuk melindungi masyarakat dari pengaruh negatif film dari adanya dorongan kekerasan, perjudian, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, serta penonjolan pornografi,penistaan, pelecehan dan/atau penodaan nilai-nilai agama atau karena pengaruh negatif budaya asing.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TH. 49-14 Ang l
Uncontrolled Keywords: LEMBAGA SENSOR FILM, PENYIARAN YANG TIDAK SEHAT
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1041-1101 Social perception. Social cognition Including perception of the self and others, prejudices, stereotype
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM711-806 Groups and organizations > HM756-781 Community
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1990 Broadcasting
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsEmail
DESY RESTIANTI ANGGRAENI, 031214153089UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAstutik, S.H., M.HUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Last Modified: 23 Aug 2016 09:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/38820
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item