KEKERASAN NEGARA TERHADAP JAMAAH AHMADIYAH INDONESIA: Studi di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat

Abdul Gaffar, 071214753005 (2014) KEKERASAN NEGARA TERHADAP JAMAAH AHMADIYAH INDONESIA: Studi di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2014-gaffarabdu-33869-6.abstr-k.pdf

Download (322kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2014-gaffarabdu-33869-1.full text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) lahir di Qodian, Punjab, India tahun 1888 oleh Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908), Ahmadiyah menjadi gerakan kontroversial di India. Di Indonesia, JAI masuk tahun 1925 melalui Sumatera dan berkembang pesat di Jawa Barat. Di Pulau Lombok, Ahmadiyah masuk sejak tahun 1956 dan berkembang di Pancor Lombok Timur. Perdebatan antara Ahmadiyah dengan Islam mainstream berlangsung cukup lama, sejak tahun 1930-an, puncaknya pada tahun 1980-an, MUI mengeluarkan fatwa sesat terhadap Ahmadiyah. Sejak saat itu, penolakan Ahmadiyah menjadi lebih massif dan pasca reformasi penentang Ahmadiyah lebih agresif sampai bertindak anarkis. Kekerasan terhadap Ahmadiyah sudah menimbulkan banyak korban, termasuk korban jiwa yang terjadi pertama kali di Pulau Lombok dan di Cikeusik Banten. Penelitian ini melihat Ahmadiyah dari sudut pandang kekerasan negara. Untuk memperkuat asumsi-asumsi kekerasan negara terhadap Ahmadiyah, penelitian ini menggunakan teori Antonio Gramsci tentang Hegemoni, teori kekerasan Johan Galtung dan teori the repressive state apparatus (RSA) dan ideological state apparatus (ISA). Metode peneltian kualitatif dan metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Asrama Transito, tempat sebagian besar warga Ahmadiyah Lombok mengungsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kasus kekerasan Ahmadiyah di Pulau Lombok, negara telah melakukan kekerasan, baik melalui ISA maupun RSA, seperti polisi, Kemenag, Dukcapil, dan dinas lainnya. Yang menarik dalam kasus ini ialah negara lebih berperan dalam kasus kekerasan Ahmadiyah pasca kekerasan oleh masyarakat atas dasar fatwa MUI dan “himbauan” oleh Tuan Guru tertentu melalui pengajian-pengajian di masjid. Militansi, agresifitas, dan fanatisme oleh kelompok-kelompok anarkis yang secara kuantitas tidak lebih banyak dari Ahmadiyah, namun memiliki pengaruh besar terhadap sikap negara dalam memperlakukan warga Ahmadiyah.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TSO 08/14 Gaf k
Uncontrolled Keywords: Negara, Ahmadiyah, Kekerasan, MUI.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion > BL624-627 Religious Life
B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion > BL630-632.5 Religious Organization
J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ6360-6377 Non military coercion
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Ilmu Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Abdul Gaffar, 071214753005UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorEmy Susanti, Dr.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Date Deposited: 2015
Last Modified: 05 Aug 2016 03:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/38936
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item