Identitas Poskolonial dalam Novel The Inheritance of Loss Karya Kiran Desai dan Houseboy Karya Ferdinand Oyono: Sebuah Kajian Sastra Bandingan

ENDANG SRIWAHYUNI, 121214153007 (2014) Identitas Poskolonial dalam Novel The Inheritance of Loss Karya Kiran Desai dan Houseboy Karya Ferdinand Oyono: Sebuah Kajian Sastra Bandingan. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2014-sriwahyuni-34056-7.abstr-k.pdf

Download (560kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2014-sriwahyuni-34056-full text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (894kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini menganalisis dan membandingkan identitas poskolonial yang muncul dalam dua novel yakniThe Inheritance of Loss karya Kiran Desai dan Houseboy karya Ferdinand Oyono.Kajian bertemakan poskolonial adalah kajian yang menarik karena residukolonialisme di masa lampau terus yang terus ada namun pengaruhnya tidak nampak pada kerangka persepsi masyarakat melainkan hanya nampak pada bidang tertentu saja seperti ekonomi atau politik. Penelitian ini menggunakan metode sastra bandingan dan menggunakan teori poskolonial dalam membandingkannya.Teoriposkolonial yang digunakan adalah teori tentang paham Eropasentris yang mengunggulkan nilai Eropa diatas nilai bangsa lain. Paham ini kemudian melandasi pemikiran dan perilaku masyarakat bekas jajahan yang berupa bentuk-bentuk mimikri, hibridity, dan kesadaran ganda yang saling mempengaruhi dan membentuk identitas poskolonial. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada tarik menarik dalam beberapa proses yang ada dan tarik- menarik tersebut berbeda dominasinya dalam kedua novel. Dalam The Inheritance of Loss, ketiga proses tersebut sangat mendominasi sedangkan pada novel Houseboy proses tersebut tidak terlalu mendominasi. Hal ini disebabkan karena perbedaan waktu dan perbedaan pola penjajahan yang berbeda antara Inggris dan Perancis.Tokoh dalam novel samasama mengalami residu kolonialisme yang berbeda intensitasnya. Dapat disimpulkan juga bahwa identitas poskolonial merupakan sesuatu yang terus menerus berproses, ambigu, retak, rapuh dan tidak pernah fixed serta terus menerus ada bergantung pada kondisi sosial, politik, budaya di negara- negara yang pernah dijajah.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2. TKSB. 15-14 Sri i
Uncontrolled Keywords: Postcolonial identity, Eurocentrism, Mimicry, Hibridity, Double Consciousness
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1-6790 Literature (General)
Z Bibliography. Library Science. Information Resources > Z004 Books. Writing. Paleography
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Magister Kajian Sastra dan Ilmu Budaya
Creators:
CreatorsEmail
ENDANG SRIWAHYUNI, 121214153007UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNur Wulan, Dra., M.A., Ph.DUNSPECIFIED
ContributorDiah Ariani Arimbi, S.S., M.A., Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Last Modified: 19 Aug 2016 03:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/39012
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item