PEMBIAYAAN DENGAN POLA CHANNELING OLEH BANK SYARIAH

DWI AL DILLA, 031224253042 (2015) PEMBIAYAAN DENGAN POLA CHANNELING OLEH BANK SYARIAH. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2015-dilladwial-36970-3.abstr-k.pdf

Download (334kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder54.pdf
Restricted to Registered users only

Download (932kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Bank syariah sebagai lembaga intermediasi memiliki peranan yang penting sama halnya dengan bank konvensional lainnya. Bank syariah memiliki peran menghubungkan masyarakat pemilik dana dengan masyarakat yang membutuhkan dana untuk peningkatan perkonomian diantaranya melalui UMKM. Bank syariah memberikan pembiayaan kepada masyarakat melalui lembaga keuangan lainnya yang dekat dengan masyarakat. Salah satu pola pembiayaan yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor: 14/22/PBI/2012 tersebut adalah Pola Chaneling. Rumusan masalah dalam tesis ini adalah Akad pembiayaan apa sajakah yang sesuai dengan pola channeling tersebut dan tanggung gugat para pihak dalam pembiayaan dengan pola channeling tersebut. Pendekatan masalah yang digunakan dalam tesis ini adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Pembiayaan dengan pola channeling adalah perjanjian kerjasama pembiayaan yang dananya berasal dari perbankan yang disalurkan kepada lembaga pembiayaan yang lain untuk disalurkan kepada end user. Lembaga pembiayaan lain ini hanya sebagai penyalur. Lembaga pembiayaan lain hanya menjadi perantara penyaluran pembiayaan dan mendapatkan margin dari pembiayaan dengan pola channeling. Jadi pembiayaan dengan pola channeling ini dapat dilakukan dengan akad-akad kerjasama yang dibuat oleh bank syariah dengan lembaga keuangan lain dengan syarat dan ketentuan yang tidak melanggar unsur-unsur haram, riba, gharar serta maishir. Untuk tanggung gugat para pihak bergantung pada akad yang dipakai. Apabila dalam akad Mudharobah maka kerugian ditanggung oleh shohibul maal / pemilik dana kecuali kerugian tersebut disebabkan oleh kesalahan, kelalaian dan/ atau kecurangan mudharib atau pengelola dana. Untuk akad musyarakah maka tanggung gugat para pihak apabila terjadi kerugian maka di bagi berdasarkan proporsi besaran penyertaan modal para pihak . Sedangkan untuk Akad Wakalah bank syariah memberikan kuasa kepada seorang wakil (Agen) bertindak hanya sebagai wakil (representatif) untuk melaksanakan suatu tugas khusus sesuai dengan instruksi yang diberikan kepadanya yaitu menyalurkan portofolio pembiayaan dari bank syariah kepada end user/ nasabah dari lembaga pembiayaan lain sesuai dengan keinginan dari pemberi kuasa dan apabila melampaui dari apa yang dikuasakan maka dianggap tidak sah dan menjadi tanggung jawab pribadi dari penerima kuasa. Dan penerima kuasa menerima fee atas jasanya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK 41/15 Dil p
Uncontrolled Keywords: Islamic Bank, Channeling Pattern, Liability
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1024-1132 Commercial contracts > K1066-1089 Banking
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
DWI AL DILLA, 031224253042UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTrisadini Prasastinah Usanti, Dr., S.H., M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 02 Oct 2016 00:34
Last Modified: 02 Oct 2016 00:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/39488
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item