DIALOGIS HISTORIKALITAS DALAM MEMAHAMI TEKS SOEHARTO DI ERA DEMOKRASI Studi tentang Pemaknaan Sosial Hermeneutika Gadamer pada Teks Soeharto: "Piye Kabare Bro..? Penak Jamanku To Le..?"

ZAMRUD KONDANG DARAJATI, 071314753006 (2015) DIALOGIS HISTORIKALITAS DALAM MEMAHAMI TEKS SOEHARTO DI ERA DEMOKRASI Studi tentang Pemaknaan Sosial Hermeneutika Gadamer pada Teks Soeharto: "Piye Kabare Bro..? Penak Jamanku To Le..?". Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2015-jayantieas-37125-6.abst-k.pdf

Download (178kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Belakangan ini terjadi fenomena masyarakat rindu Soeharto. Salah satu gaya kerinduan itu adalah ditemukan sejumlah lukisan mural berisi kritikan halus tapi tajam namun bergenre menghibur tentang seorang Soeharto yang beredar di publik. Teks Soeharto itu, yakni teks Soeharto yang berbunyi "Piye Kabare Bro"?, Penak Jamanku To Le"?". Teks ini ditemukan pada stiker atau gambar dibak-bak truk, mobil angkutan umum, mobil angkutan barang atau pick up, baju atau kaos, papan di jalanan, baliho, dan buku. Yang menarik dari fenomena ini adalah seolah-olah masyarakat Indonesia rindu akan sosok Soeharto yang dulunya dilengserkan oleh rakyatnya sendiri. Dalam penelitian yang berjudul Dialogis Historikalitas Dalam Memahami Teks Soeharto di Era Demokrasi (Studi tentang Pemaknaan Sosial Hermeneutika Gadamer pada Teks Soeharto:"Piye Kabare Bro..? Penak Jamanku To Le..?"). ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma interpretatif. Peneliti ingin mengupas makna dan opini masyarakat mengenai teks Soeharto yang muncul pada era Demokrasi saat ini dengan bantuan pisau analisis Hermeneutika oleh Hans Georg Gadamer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, fenomena tersebarnya teks Soeharto pada era Demokrasi ini dapat dilatarbelakangi oleh berbagai motif yang mengatasnamakan kerinduan rakyat pada Era Soeharto, yakni: motif ekonomi, motif politik, motif sosial, motif moralitas, motif humor, dan motif iklan (propaganda) berupa pemberitahuan maupun ajakan, motif penunjukan identitas diri dan motivasi kritikan terhadap pemerintahan saat ini untuk kehidupan yang lebih baik. Selain itu terdapat 4 analisis Dialogis Historikalitas Gadamer, diantaranya: Pertama bildung, yaitu barang-barang yang menggunakan teks Soeharto, bahasa jawa dan bahasa gaul, baju safari, jas hitam dan peci, baju loreng, rokok klobot cigarillos, senapan api. Kedua sensus communis, yaitu opini masyarakat mengenai tersebarnya teks Soeharto dan makna senyuman , serta lambaian tangan Soeharto. Ketiga pertimbangan, yaitu makna senyuman Soeharto dan peci. Dan keempat selera, yaitu bahasa jawa dan bahasa gaul, baju safari, jas hitam dan peci, baju loreng, serta pandangan positif dan negatif mengenai teks Soeharto.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TSO.05/15 Dar d
Uncontrolled Keywords: Teks Soeharto, Orde baru, Era Demokrasi, Hermeneutika
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1041-1101 Social perception. Social cognition Including perception of the self and others, prejudices, stereotype
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Ilmu Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ZAMRUD KONDANG DARAJATI, 071314753006UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorHotman M. Siahaan, Prof. Dr., Drs.UNSPECIFIED
ContributorDoddy Sumbodo Singgih, Drs., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 23 Oct 2016 18:03
Last Modified: 23 Oct 2016 18:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/39549
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item