REPRESENTASI FEMININITAS DAN SEKSUALITAS REMAJA DALAM FILM INDONESIA (ANALISIS SEMIOTIKA PADA FILM KARYA NAYATO FIO NUALA)

DYESTARI DYANUTAMI, 071314853004 (2015) REPRESENTASI FEMININITAS DAN SEKSUALITAS REMAJA DALAM FILM INDONESIA (ANALISIS SEMIOTIKA PADA FILM KARYA NAYATO FIO NUALA). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2015-dyanutamid-37837-5.abstr-k.pdf

Download (256kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder10.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Nayato Fio Nuala adalah sutradara Indonesia yang konsisten berkarya di film remaja, yaitu genre film yang partikular membahas tentang problematika dalam keseharian remaja. Benang merah dari karya Nayato adalah adegan-adegan yang menampilkan seksualitas sehingga kerap dikatakan kurang berkualitas. Walau demikian, filmnya selalu ada di bioskop mainstream Indonesia dan diminati masyarakat. Contohnya, 18+ (2010) yang dicatat meraup 512.973 orang penonton, dan termasuk dalam 10 film box office pada tahun 2010. Ironi antara minimnya kualitas dan jumlah penonton yang tidak sedikit ini yang dianggap menarik dan memunculkan pertanyaan tentang bagaimana Nayato mempersoalkan femininitas dan seksualitas dalam film, meliputi identitas perempuan perawan, keperawanan dalam isu pergaulan bebas, citra dan politik tubuh perempuan, serta femininitas dalam isu heteronormativitas. Penelitian ini menggunakan metode analisis tekstual dengan semiotika diskursif. Dipilih tiga film sebagai objek penelitian : Virgin 2: Bukan Film Porno (2009), 18+: True Love Never Dies (2010), dan Not for Sale: Keperawanan Tidak Untuk Dijual (2010). Kesimpulan dari penelitian ini antara lain femininitas dan seksualitas disampaikan dari perspektif kelompok dominan di Indonesia yang memandang remaja secara keseluruhan sebagai bagian dari subkultur yang negatif. Hal ini menyebabkan alur cerita yang kontroversial, dengan visualisasi yang mencengangkan secara normatif. Muncul stereotype bahwa setiap remaja terlibat dan terkena dampak dari pergaulan bebas. Remaja perempuan dinilai lebih beresiko. Keagungan keperawanan dalam diskursi konservatif divisualisasikan dengan perempuan lugu dan naif, sedangkan isu heteronormativitas muncul dalam bentuk akhir yang tragis bagi pelaku homoseksualitas dalam film, menandakan ancaman dari kelompok dominan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TSK 26/15 Dya r
Uncontrolled Keywords: representation, femininity, sexuality, semiotic, teen movie
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1041-1101 Social perception. Social cognition Including perception of the self and others, prejudices, stereotype
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Media dan Ilmu Komunikasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
DYESTARI DYANUTAMI, 071314853004UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorRachma Ida, Prof., Dra., M.Com., Ph.DUNSPECIFIED
ContributorDede Oetomo, Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 21 Oct 2016 18:20
Last Modified: 21 Oct 2016 18:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/39632
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item