SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN (SILPA) SEBAGAI SALAH SATU SUMBER PENGHAMBAT PEMBANGUNAN EKONOMI DI KABUPATEN JOMBANG

DADANG NURDYANTO, 041414453002 (2016) SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN (SILPA) SEBAGAI SALAH SATU SUMBER PENGHAMBAT PEMBANGUNAN EKONOMI DI KABUPATEN JOMBANG. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
6. ABSTRAK.pdf

Download (251kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
76. 39671-ilovepdf-compressed.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan proses perencanaan, pelaksanaan dan realisasi anggaran terkait terjadinya SILPA dan untuk mendiskripsikan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya SILPA pada APBD Kabupaten Jombang serta untuk menganalisis SILPA sebagai salah faktor penghambat dalam pembangunan ekonomi di Kabupaten Jombang. Peningkatan belanja daerah yang meningkat cukup signifikan tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan daerah yang baik sehingga menyebabkan terjadinya SILPA yang cenderung meningkat setiap tahunnya. Hal ini merupakan salah satu pertimbangan penelitian ini dilakukan di Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan alat analisis data menggunakan model interaktif. Informan dalam penelitian ini adalah Bappeda dan DPPKAD Kabupaten Jombang selaku leading sector dalam penyusunan APBD dan beberapa SKPD serta informan pendukung dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah yang selama ini sudah dilaksanakan tidak sesuai dengan aturan/regulasi yang di amanatkan didalam peraturan perundang-undangan, karena penyusunan APBD saat ini didasarkan pada target kinerja dan sasaran pembangunan yang sudah diatur didalam dokumen RPJMD, jadi yang menjadi prioritas utama tentunya terpenuhinya target kinerja yang ada didalam RPJMD. Namun, untuk memenuhi target kinerja tersebut tentunya kebutuhan akan penyelenggaraan pemerintahan semakin meningkat sedangkan kemampuan anggaran pendapatan daerah tidak berimbang dengan belanja daerah yang dianggarkan sehingga menyebabkan terjadinya defisit anggaran. Selain itu, faktor-faktor yang paling dominan dalam memberikan kontribusi terjadinya SILPA dari sisi pendapatan daerah bersumber dari pos pelampuan PAD dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sedangkan dari sisi belanja yang paling dominan bersumber dari sisa lelang/tender dan rendahnya kualitas SDM dilingkup Pemerintah Kabupaten Jombang. Namun, masih banyak faktor lain yang bisa menyebabkan terjadinya SILPA selain dua faktor tersebut. Hasil dari analisis ini juga menunjukkan bahwa ada dua pendapat yang menyatakan bahwa sekecil apapun SILPA didalam APBD akan berpengaruh pada pembangunan ekonomi sedangkan pendapat yang berbeda menyatakan bahwa kontribusi pengeluaran pemerintah daerah dalam pembangunan ekonomi di Kabupaten Jombang sangat kecil apalagi jika dibandingkan dengan nilai SILPA, karena sebagian besar target kinerja program/kegiatan dalam APBD semuanya sudah tercapai.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TE.07/16 Nur s
Uncontrolled Keywords: Pendapatan daerah, Belanja daerah, SILPA dan Pembangunan ekonomi
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory > HB172.5 - Macroeconomics
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Creators:
CreatorsEmail
DADANG NURDYANTO, 041414453002UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDjoko Moersinto, Prof. Dr., SE, M.Ec,UNSPECIFIED
Depositing User: Guruh Haris Raputra
Date Deposited: 28 Jun 2016 05:27
Last Modified: 14 Jun 2017 18:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/39671
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item