PROFIL PASIEN KANKER PARU JENIS KARSINOMA BUKAN SEL KECIL YANG MENDAPATKAN INHIBITOR TIROSIN KINASE SEBAGAI TERAPI LINI PERTAMA DI RSUD Dr. SOETOMO

Farah Fatmawati, 011080914 (2016) PROFIL PASIEN KANKER PARU JENIS KARSINOMA BUKAN SEL KECIL YANG MENDAPATKAN INHIBITOR TIROSIN KINASE SEBAGAI TERAPI LINI PERTAMA DI RSUD Dr. SOETOMO. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (83kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
PPDS. PKR. 17-16 Fat p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang: Kanker paru merupakan penyebab terbanyak mortalitas akibat kanker. Pasien dengan kanker paru sebagian besar datang dengan terdiagnosis sudah stadium lanjut dengan angka tahan hidup yang rendah. KPKBSK merupakan jenis terbanyak dari semua kanker paru, dan adenokarsinoma merupakan tipe KPKBSK yang terbanyak. Kemoterapi berbasis platinum menunjukkan hasil yang baik, namun manfaat tersebut sering dianggap belum cukup dan toksisitasnya dianggap terlalu tinggi. Saat ini terdapat obat dengan indeks terapetik yang tinggi dan toksisitas yang rendah yaitu epidermal growth factor receptortyrosine kinase inhibitor (EGFR-TKI) yang memberikan respons yang baik pada KPKBSK dengan mutasi EGFR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien KPKBSK yang mendapatkan EGFR-TKI sebagai terapi lini pertama di POSA RSUD Dr. Soetomo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik yang menggunakan desain kohort retrospektif, dengan subyek penelitian pasien KPKBSK dengan mutasi EGFR positif yang mendapatkan EGFR-TKI sebagai lini pertama di POSA Paru RSUD dr. Soetomo sejak tahun 2013 sampai 2015. Data yang digunakan adalah data sekunder pada rekam medis. Endpoint penelitian ini adalah respons subyektif, semi subyektif, respons obyektif, efek samping, progression free survival, dan overall survival. Hasil: Karakteristik pasien KPKBSK yang mendapatkan inhibitor tirosin kinase sebagai terapi lini pertama di RSUD Dr. Soetomo didapatkan median umur 57 tahun, dan terbanyak perempuan, bukan perokok, PS awal 1, stadium IV. Jenis histo patologi anatomi terbanyak adalah adenokarsinoma, dengan pengambilan sampel terbanyak dari massa paru dengan FNAB. Jenis mutasi EGFR terbanyak adalah mutasi pada exon 19. Median progression free survival adalah 7 bulan dan median survival adalah 9 bulan. Respons subyektif didapatkan keluhan membaik terbanyak dalam 1 bulan pengobatan. Respons semi subyektif saat evaluasi 2 bulan pengobatan didapatkan BB, EQ5D, dan PS terbanyak adalah tetap. Respons obyektif berdasarkan RECIST saat evaluasi 2 bulan pengobatan terbanyak adalah Partial Response. Efek samping terbanyak adalah gatal yang disertai dengan skin rash Kesimpulan: Pemberian EGFR-TKI pada KPKBSK dengan mutasi EGFR positif memberikan median progression free survival 7 bulan dan median survival 9 bulan dengan respons subyektif yang menunjukkan perbaikan dalam 1 bulan pengobatan dan efek samping terbanyak adalah gatal dengan derajat yang rendah

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS. PKR. 17/16 Fat p
Uncontrolled Keywords: KPKBSK, EGFR-TKI, gefitinib, progression free survival, overall survival
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer)
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Pulmonologi dan Ilmu kedokteran Respirasi
Creators:
CreatorsEmail
Farah Fatmawati, 011080914UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLaksmi Wulandari, Dr., dr, Sp.P (K)UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 28 Jun 2016 06:28
Last Modified: 28 Jun 2016 06:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/39681
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item