KINESIOTAPING DAN TERAPI LATIHAN UNTUK STABILISASI PADA ANKLE SPRAIN

Sebastian Rhaki Yuril Ryantono, NIM011310213004 (2016) KINESIOTAPING DAN TERAPI LATIHAN UNTUK STABILISASI PADA ANKLE SPRAIN. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (93kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
264. 39930.pdf
Restricted to Registered users only

Download (847kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ankle Sprain adalah cidera pada sendi, dengan terjadinya robekan pada ligamentum karena terjadinya strech berlebihan yang mendadak atau penggunaan berlebihan yang berulang-ulang dari sendi. Pada umumnya sprain akibat jatuh, terpelintir, atau tekanan pada tubuh yang menyebabkan tulang pada sendi bergeser sehingga menyebabkan ligamen teregang atau bahkan robek ,yang bias menyebabkan gangguan stabilitas pergelangan kaki. Kinesio taping terhadap peningkatan stabilisasi berpengaruh pada beberapa jaringan spesifik sebagai pendukung stabilisasi seperti ligamen, otot, saraf, dan vaskularisasi. Pemberian kinesio taping juga berperan sebagai stimulus terhadap saraf sensorik untuk menjaga Alignmen gerak pergelangan kaki. Pemasangan Kinesio taping pada pergelangan kaki dapat dilakukan secara fasilitasi Sprain ankle kronis terjadi karena adanya kelemahan otot dan kelemahan ligamen dengan pelatihan penguatan otot dan menambah LGS menggunakan Terapi Latihan, dalam bentuk latihan isotonic,isometric,strengthening dapat membantu serta memperbaiki kelemahan otot yang disebabkan kerusakan ligamen lateral kompleks. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode penempelan Kinesiotaping dan Terapi Latihan pada pasien ankle sprain. Pada studi kasus didapatkan pasien nyeri saat berdiri satu kaki pada kaki kananya, dan pasien merasa kurang nyaman untuk menumpu pada saat berlari karena adanya nyeri sehingga menggangu keseimbangannya. Intervensi fisioterapi untuk pasien adalah berupa Kinesiotaping dan Terapi latihan diberikan secara bertahap selama 4 hari. Setelah melakukan program latihan bertahap selama 4 hari. Untuk memperoleh hasil terapi yang optimal diperlukan kerjasama yang baik antara fisioterapis dan penderita sehingga bisa didapatkan hasil yang maksimal. Latihan mandiri yang dilakukan pasien secara rutin adalah terapi yang efektif untuk meningkatkan kekuatan otot dan menambah fleksibilitas otot sedangkan penempelan kinesiotaping hanya sebagai fasilitasi kepada pasien untuk menjaga stabilisasi daripada pergelangan kakinya saat beraktivitas berat maupun ringan.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKA KK FV.FST.31/16 Rya k
Uncontrolled Keywords: Ankle sprain, Kinesiotaping, Terapi latihan
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM182-190 Other therapeutic procedures Including acupuncture, pneumatic aspiration, spinal puncture, pericardial puncture
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Fisioterapi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Sebastian Rhaki Yuril Ryantono, NIM011310213004NIM011310213004
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDamayanti Tinduh, Dr., dr. SpKFR.UNSPECIFIED
ContributorDionisius Wismahi P., STr.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Guruh Haris Raputra
Date Deposited: 26 Jul 2016 08:16
Last Modified: 18 Jun 2017 16:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/39930
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item