PENGARUH PROBIOTIK KOMERSIAL BERBEDA TERHADAP RASIO C:N DAN N:P PADA MEDIA KULTUR BIOFLOK BAK PERCOBAAN AIR LAUT

LUTFI ADI NUGROHO, 141111059 (2016) PENGARUH PROBIOTIK KOMERSIAL BERBEDA TERHADAP RASIO C:N DAN N:P PADA MEDIA KULTUR BIOFLOK BAK PERCOBAAN AIR LAUT. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
5. RINGKASAN.pdf

Download (97kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
PK.BP.32-16 Nug p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Seiring dengan semakin menurunnya produksi perikanan tangkap maka tidaklah heran jika sektor akuakultur diharapkan dapat menjadi pemasok utama dalam memenuhi permintaan dunia. Berbagai upaya untuk mengembangkan perikanan budidaya hingga kini masih terus dilakukan mengingat sistem ini masih terkendala oleh berbagai masalah. Pengolahan air dalam sistem budidaya yang buruk merupakan salah satu kendala utama yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas perairan. Penurunan kualitas air ini terjadi akibat limbah dari sisa aktivitas budidaya. Teknologi bioflok menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah limbah budidaya yang paling menguntungkan karena dapat menurunkan limbah nitrogen anorganik. Bakteri heterotrof akan mengasimilasi amonia dan nitrogen jika rasio C:N pada media seimbang dengan baik. Konsentrasi nutrien yang tinggi pada perairan juga akan berpengaruh terhadap produktivitas perairan, komposisi antara komponen nutrien, yaitu rasio N terhadap P sering disebut dengan redfield ratio. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh pemberian probiotik komersial berbeda terhadap rasio N:P dan C:N media kultur bioflok bak percobaan air laut. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan adalah jenis probiotik komersial berbeda yaitu, perlakuan A (probiotik Petrofish), perlakuan B (probiotik Pro-1) dan perlakuan C (tanpa probiotik), masing-masing perlakuan diulang sebanyak enam kali. Parameter utama yang diamati adalah rasio N:P dan C:N. Parameter pendukung yang diamati adalah pH, oksigen terlarut, suhu, ammonia dan salinitas. Pemberian probiotik komersial diberikan setiap 7 hari sekali dengan dosis 2 mg/L. Nilai rasio N:P pada akhir penelitian diperoleh perlakuan A (22,01), B (22,08) dan C (25,96), sedangkan rasio C:N pada perlakuan A (2,46), B (1,83) dan C (2,21). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan Pemberian probiotik komersial yang berbeda pada perlakuan A dan Perlakuan B tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap nilai rasio C:N dan N:P. Nilai rasio C:N tertinggi diperoleh pada perlakuan A (2,46), sedangkan rasio N:P tertinggi diperoleh perlakuan C (25,96)

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK.BP.32/16 Nug p
Uncontrolled Keywords: PROBIOTIK KOMERSIAL; MEDIA KULTUR BIOFLOK; BAK PERCOBAAN AIR LAUT
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
LUTFI ADI NUGROHO, 141111059UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEndang Dewi Masithah, Dr. Ir. , MP.UNSPECIFIED
ContributorWoro Hastuti Setyantini, Dr., Ir., M.Si.,UNSPECIFIED
Depositing User: Guruh Haris Raputra
Date Deposited: 27 Jul 2016 05:54
Last Modified: 27 Jul 2016 05:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/39941
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item