EFEKTIFITAS TEKNOLOGI AKUAPONIK DENGAN SELADA (Lactuca sativa) TERHADAP PENURUNAN AMONIA PADA PEMBESARAN BELUT (Monopterus albus)

FAISAL SETIAWAN, 141211132031 (2016) EFEKTIFITAS TEKNOLOGI AKUAPONIK DENGAN SELADA (Lactuca sativa) TERHADAP PENURUNAN AMONIA PADA PEMBESARAN BELUT (Monopterus albus). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
RINGKASAN.pdf

Download (560kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
274. 39944.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Akuaponik adalah bio-intergrasi yang menggabungkan akuakultur dengan sayuran atau tanaman hidroponik dengan berprinsip resirkulasi (Diver, 2006). Teknologi akuaponik mampu memproduksi ikan secara optimal pada lahan sempit dengan sumber air terbatas dan dapat diaplikasikan di daerah perkotaan (Ahmad dkk., 2007). Teknologi akuaponik menggunakan sistem sirkulasi yang dirancang untuk meningkatkan produktifitas ikan dalam volume total air yang relatif kecil, dengan penyerapan produk limbah organik oleh tumbuhan (Alamsjah, 2013) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektifitas pengolahan limbah amonia dari kegiatan budidaya belut (Monopterus albus) dalam sistem akuaponik. Penelitian ini dilakukan pada Februari sampai April 2016 di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Percobaan terdiri dari lima perlakuan dengan empat ulangan, tanpa tanaman sebagai kontrol (P0), delapan helai selada (P1), sepuluh helai selada (P2), 12 helai selada (P3), 14 helai selada (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi amonia berfluktasi selama periode pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 lebih baik dibandingkan dengan perlakuan P0, P1, P3 dan P4. Kisaran amonia dalam perlakuan P2 adalah 0,001-0,077 mg/L dengan efisiensi penghilangan amonia sebesar 97%. Tingkat kelangsungan hidup belut tertinggi adalah 77,5±15% pada perlakuan P2, diikuti P4, P1, P3 dan P0 75±17,32%, 72,5±5%, 72,5±9,57%, dan 55±5,77% berturut-turut. Pertambahan tinggi selada pada P1, P2, P3 dan P4 berbeda nyata, dengan tinggi selada 15,225±1,623cm pada P2, 8,297±0,88cm pada P4, 7,487±1,361cm pada P1 dan 6,297±0,478cm pada P3.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK.BP.36/16 Wan e
Uncontrolled Keywords: TEKNOLOGI AKUAPONIK; SELADA (Lactuca sativa); AMONIA; BELUT (Monopterus albus)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH334.5-334.7 Fishery technology
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
FAISAL SETIAWAN, 141211132031UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMochammad Amin Alamsjah, Prof., Ir., M.Si., Ph.DUNSPECIFIED
ContributorBoedi Setya Rahardja, Ir., MP.UNSPECIFIED
Depositing User: Guruh Haris Raputra
Date Deposited: 27 Jul 2016 06:12
Last Modified: 18 Jun 2017 16:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/39944
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item