HUBUNGAN ANTARA PENURUNAN KADAR ASAM URAT DENGAN KEPARAHAN KLINIS YANG DIUKUR DENGAN SKALA NIHSS PADA PASIEN STROKE TROMBOTIK AKUT

Tarmizi, dr (2016) HUBUNGAN ANTARA PENURUNAN KADAR ASAM URAT DENGAN KEPARAHAN KLINIS YANG DIUKUR DENGAN SKALA NIHSS PADA PASIEN STROKE TROMBOTIK AKUT. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (168kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
PPDS.NEU.006-16 Han h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang Stroke adalah salah satu penyebab kematian yang utama. Pada stroke iskemik akut terjadi peningkatan stress oksidatif dan penurunan kadar antioksidan, termasuk asam urat. Asam urat adalah salah satu antioksidan yang paling penting dalam serum dan plasma sebagai neuroprotektif. Pada penelitian hewan coba, namun penelitian pada manusia masih kontroversial. Beberapa penelitian telah meneliti hubungan kadar asam urat dengan stroke iskemik akut, namun belum ada kesatuan pendapat. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perubahan kadar serum asam urat dengan NIHSS pada penderita stroke trombotik akut. Metode Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian prospective cohort. Subjek penelitian berjumlah lima puluh lima orang yang merupakan penderita stroke trombotik akut. Penderita dirawat di ruang saraf RSUD Dr. Soetomo/FK UNAIR periode Januari – September 2015. Pemeriksaan kadar serum asam urat dengan menggunakan Cobas C-501 dan defisit neurologis diukur dengan NIHSS pada saat 72 jam dan tujuh hari onset. Hasil dan korelasi dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji regresi logistik. Hasil Rerata usia subjek penelitian ini 55,3 ± 9,0 tahun. Subjek penelitian terdiri dari 31 laki-laki dan 24 perempuan. Rerata kadar asam urat saat masuk 4,9 ± 1,2 mg/dL dan pada saat 7 hari onset 4,7 ± 1,2 mg/dL. Rerata skala NIHSS saat masuk 6,6 ± 2,6 dan pada saat 7 hari onset 3,8 ± 2,8. Didapatkan 18 subjek (32,7%) yang mengalami penurunan kadar asam urat > 0,6 mg/dL, dimana 15 orang (83,3%) mengalami perbaikan klinis dengan nilai p<0,0001. Terdapat hubungan yang bermakna antara penurunan kadar asam urat dengan perbaikan klinis (NIHSS), RR 13,5 dengan nilai 95% IK (3,2 – 56,8). Kesimpulan Penurunan kadar asam urat serum pada hari ke 7 setelah awitan dapat dipakai sebagai prediktor keparahan klinis penderita stroke trombotik akut.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.NEU.07/16 Tar h
Uncontrolled Keywords: asam urat, NIHSS, stroke trombotik akut
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsEmail
Tarmizi, drUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPaulus Sugianto, Dr. , dr., Sp.S (K)UNSPECIFIED
ContributorJ. Eko Wahono R, dr., Sp.S., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Guruh Haris Raputra
Date Deposited: 28 Jul 2016 04:21
Last Modified: 28 Jul 2016 04:21
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/39968
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item