HUBUNGAN ASUPAN SERAT DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA LANSIA DI KOTA MADIUN

AMELIA DYAH KARTIKA SARI, 101211132035 (2016) HUBUNGAN ASUPAN SERAT DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA LANSIA DI KOTA MADIUN. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstract.pdf

Download (146kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FKM.142-16 Sar h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Lanjut usia (lansia) adalah tahap akhir dalam kehidupan manusia, yang pada umumnya dimulai pada usia 60 tahun. Fase lansia ditandai dengan penurunan fungsi tubuh sehingga rentan terhadap penyakit. Salah satu penyakit yang sering dialami lansia adalah konstipasi. Konstipasi merupakan masalah kesehatan yang masih dianggap remeh oleh masyarakat, padahal konstipasi berpotensi mengakibatkan kanker usus besar yang dapat berujung pada kematian. Konstipasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah asupan serat dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan serat dan aktivitas fisik dengan kejadian konstipasi, dengan populasi sasaran adalah lansia di Kota Madiun. Subjek penelitian adalah 68 orang lansia yang dinilai asupan seratnya dengan metode 24 hours food recall dan aktivitas fisiknya selama satu minggu menggunakan kuisioner Physical Activity Scale for Elderly dan ditentukan kejadian konstipasinya melalui kuisioner Constipation Scoring System. Analisis uji statistik dilakukan menggunakan Korelasi Sederhana dan Korelasi Ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis hubungan asupan serat dengan konstipasi memiliki p value = 0,000 dan Koefisien Korelasi = 0,531. Sedangkan hubungan aktivitas fisik dengan konstipasi memiliki nilai p sebesar 0.000 dan Koefisien Korelasi = 0,557. Untuk hubungan asupan serat dan aktivitas fisik dengan konstipasi memiliki nilai F Change = 0,000 dan R = 0,637. Dengan α = 0,1, maka H0 ditolak, terdapat hubungan antar variabel yang diuji. Koefisien korelasi dan nilai R diatas 0,5 yang berarti terdapat hubungan yang kuat dan bersifat positif. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan yang cukup kuat dan bersifat positif antara asupan serat dan aktivitas fisik dengan kejadian konstipasi pada lansia di Kota Madiun.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.142/16 Sar h
Uncontrolled Keywords: Asupan Serat, Aktivitas Fisik, Konstipasi, Lansia
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ503-1064 The family. Marriage. Home > HQ1060-1064 Aged. Gerontology (Social aspects). Retirement
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
AMELIA DYAH KARTIKA SARI, 101211132035UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBambang Wirjatmadi, Prof. Dr., dr. M.S., M.CN., Ph.D., Sp.GK.UNSPECIFIED
Depositing User: Guruh Haris Raputra
Date Deposited: 03 Aug 2016 02:58
Last Modified: 03 Aug 2016 02:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/40035
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item