PERAN KIMIA FARMASI DALAM PENGEMBANGAN OBAT NASIONAL

Djoko Agus Purwanto, Prof.Dr., Apt., M.Si (2014) PERAN KIMIA FARMASI DALAM PENGEMBANGAN OBAT NASIONAL. UNIVERSITAS AIRLANGGA, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-grey-2016-purwantodj-42883-pg.14-14-p.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Berbicara tentang obat nasional, masih banyak yang perlu dibenahi baik dari sisi produksi maupun kebijakannya. Indonesia merupakan Negara yang memiliki keanekaragaman hayati (biodiversitas) yang sangat tinggi, bahkan nomor 2 di dunia setelah Brazilia. Di sisi lain kekayaan alam yang begitu besar belum termanfaatkan dengan maksimal. Kompetisi negara-negara di dunia untuk memenangkan perdagangan bebas haruslah selalu menjadi pertimbangan dalam membuat kebijakan. Jika tidak, Indonesia akan menjadi negara konsumen, khususnya yang terkait dalam bidang kefarmasian. Memang Indonesia merupakan lahan yang bagus untuk memasarkan semua produk dari berbagai negara seperti mobil, barang-barang elektronik, bahan makanan, buahbuahan termasuk produk farmasi. Penduduk Indonesia yang 252 juta jiwa merupakan pasar yang menggiurkan bagi negara lain. Sudah waktunya kita memotong rantai yang membelenggu bangsa ini agar bisa bergerak dan bangkit menjadi dirinya sendiri dalam berbagai sektor. Jalan memang tidak mulus, banyak hambatan, rintangan dan tantangan yang harus dihadapi untuk terlepas dari "kebiasaan" menuju bangsa yang mandiri, namun bagaimana pahit dan sulitnya jalan yang harus ditempuh, usaha untuk mengurangi ketergantungan dari negara lain harus dilakukan. Melalui pidato yang singkat ini izinkanlah saya menyampaikan pandangan khususnya dalam bidang keilmuan saya yaitu Ilmu Kimia Farmasi, untuk ikut serta dalam pembangunan bangsa khususnya pengembangan obat Nasional. Secara sederhana ilmu Kimia Farmasi diartikan sebagai Ilmu Kimia yang membahas tentang obat (Cairns, 2003). Dewasa ini, lebih dari 96% bahan baku Indonesia masih impor. Hal inilah yang menyebabkan harga obat di Indonesia lebih mahal. Bahan baku obat ini paling banyak diimpor dari Tiongkok (60%), sedangkan dari India sekitar 30% dan Eropa 10%. Total impor bahan baku obat telah mencapai sekitar 11 Trilyun per tahun.

Item Type: Other
Additional Information: KKB KK-2 PG.14/14 Pur p
Uncontrolled Keywords: KIMIA FARMASI; PENGEMBANGAN OBAT NASIONAL
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Pidato Guru Besar
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Djoko Agus Purwanto, Prof.Dr., Apt., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 15 Sep 2016 01:18
Last Modified: 02 Nov 2016 22:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/40087
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item