PERANAN ONKOLOGI MEDIK SEBAGAI BAGIAN DARI "TEAM WORK" ONKOLOGI DALAM PENGELOLAAN KANKER MASA KINI DAN MASA MENDATANG

Ami Ashariati, Prof. Dr., dr., Sp.PD-KHOM., FINASIM. (2013) PERANAN ONKOLOGI MEDIK SEBAGAI BAGIAN DARI "TEAM WORK" ONKOLOGI DALAM PENGELOLAAN KANKER MASA KINI DAN MASA MENDATANG. UNIVERSITAS AIRLANGGA, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-grey-2016-ashariatia-40601-pg.11-16-p.pdf

Download (218kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang hingga kini masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Masalah yang berkembang adalah kesakitan dan kematian masih tinggi, serta deteksi dini yang masih belum banyak disadari kepentingannya oleh masyarakat kita. Di dunia, 12% seluruh kematian disebabkan oleh kanker dan merupakan pembunuh nomor 2 setelah penyakit kardiovaskular. WHO tahun 2005, memperkirakan setiap tahun, 12 juta orang di seluruh dunia menderita kanker dan 7,6 juta diantaranya meninggal dunia. Jika tidak dikendalikan, diperkirakan 26 juta orang akan menderita kanker dan 17 juta meninggal karena kanker pada tahun 2030. Ironisnya, kejadian ini akan terjadi lebih cepat di negara miskin dan berkembang (International-Union-Against-Cancer/UICC,2009). Di Indonesia prevalensi tumor/kanker adalah 4,3 per 1000 penduduk. Kanker merupakan penyebab kematian nomor 7 (5,7%) setelah stroke, TB, hipertensi, cedera, perinatal, dan DM (Riskesdas, 2007). Sedangkan berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2007, kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh Rumah Sakit di Indonesia (16,85%), disusul kanker leher rahim (11,78%). Hal ini sama dengan estimasi Globocan (IACR) tahun 2002. Kejadian penyakit kanker dipengaruhi banyak faktor risiko, seperti merokok dan atau terkena paparan asap rokok, mengkonsumsi alkohol, paparan sinar ultraviolet pada kulit, obesitas, diet tidak sehat, dan kurang aktivitas fisik. Para ahli memperkirakan bahwa 40% kanker dapat dicegah dengan mengurangi dan menghindari faktor risiko. Salah satu faktor risiko yang menyebabkan tingginya kejadian kanker di Indonesia yaitu prevalensi merokok 23,7%, obesitas dari penduduk berusia #8805; 15 tahun pada laki-laki 13,9% dan pada perempuan 23,8%. Prevalensi kurang konsumsi buah dan sayur 93,6%, konsumsi makanan diawetkan 6,3%, makanan berlemak 12,8%, dan makanan dengan penyedap 77,8%. Sedangkan prevalensi kurang aktivitas fisik sebesar 48,2% (data Riskesdas tahun 2007). Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan lintas sektor, organisasi profesi, LSM, perguruan tinggi, dan masyarakat telah dan akan terus mengembangkan program pengendalian kanker. Program diprioritaskan pada penyakit kanker yang tertinggi di Indonesia yaitu kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker paru. Program ini untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serta meningkatkan kualitas hidup penderita kanker. Pada tahun ini juga, program pengendalian kanker paru menjadi salah satu program yang akan dikembangkan. Pengendalian kanker paru dilaksanakan melalui pencegahan primer (promosi dan edukasi), sekunder (penemuan dini dan pengobatan segera), dan tersier (perawatan paliatif). Pengendalian yang paling efektif dan efisien adalah dengan pencegahan primer, yaitu menerapkan gaya hidup sehat.

Item Type: Other
Additional Information: KKA KK PG.11/16 Ash p
Uncontrolled Keywords: ONKOLOGI MEDIK; KANKER MASA KINI; MASA MENDATANGs
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer)
Divisions: Pidato Guru Besar
01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Dalam
Creators:
CreatorsEmail
Ami Ashariati, Prof. Dr., dr., Sp.PD-KHOM., FINASIM.UNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 28 May 2017 16:15
Last Modified: 28 May 2017 16:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/40116
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item