PERKEMBANGAN MUTAKHIR DETEKSI PATERNITAS DENGAN TEKNOLOGI DNA

SOEKRY ERFAN KUSUMA, Prof. Dr. Med. M., dr., SpF., DFM. (2004) PERKEMBANGAN MUTAKHIR DETEKSI PATERNITAS DENGAN TEKNOLOGI DNA. LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS AIRLANGGA. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-grey-2011-kusumasoek-14443-pg0810-k.pdf

Download (306kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
384. 40204-ilovepdf-compressed.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Era Globalisasi saat ini membawa dampak yang begitu besar bagi perubahan tatanan kehidupan umat manusia, di mana berbagai persoalan dengan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi, timbul sebagai salah satu bentuk implikasi dari dunia yang tanpa batas atau borderless world ini. Salah satu persoalan yang timbul adalah adanya perselisihan keayahan (paternity disputed) atau perselisihan keibuan (maternity disputed) maupun gabungan keduanya (parentage disputed), yang semakin hari semakin meningkat (Atmaja, 1992). Sebagai gambaran di sini adalah bahwa selama kurun waktu dua tahun terakhir ini, RSU Dr. Soetomo, TDC telah melakukan pemeriksaan atau tes pada kasus yang berhubungan dengan perselisihan anak, terutama dalam hal penentuan keayahan si anak (paternity disputed test) sebanyak lebih dari 40 kasus, di mana bila dibandingkan dengan jumlah tahun-tahun sebelumnya,terdapat kecenderungan terjadi peningkatan jumlah kasus, baik itu pemeriksaan atau tes paternitas pada kasus anak sudah dilahirkan yang biasanya sampel diperoleh dari buccal swab, maupun pada saat anak masih dalam kandungan ibunya (unborn child), yakni melalui pengambilan cairan amnion (laporan TDC human genetic's team, 2004). Seperti halnya uji paternitas, uji maternitas juga dapat digunakan untuk identifikasi personal ataupun untuk menentukan kebenaran identitas seseorang yang diduga ibu dari seorang anak/bayi. Identifikasi ini dapat dilakukan pada kasus-kasus yang berhubungan dengan pelacakan keturunan dari jalur ibu, misalnya yang berkaitan dengan anak yang hilang/ diculik, ataupun dalam jumlah yang kecil pada kasus-kasus abortus yang baru terbongkar setelah terjadi beberapa waktu yang lalu. Teknik ekstraksi DNA dipilih berdasarkan materi yang akan diperiksa, dalam hal ini darah vena dan akar rambut, di mana pendekatan yang digunakan telah diuji sebelumnya dengan menggunakan sampel referens dalam jumlah besar (Sudoyo et al, 2002) (Marzuki, 2003). Tes maternitas dilakukan dengan memeriksa sekuens mtDNA pada daerah HVR1 (hypervariable region 1) dan HVR2 (Hypervariable region 2) dari individu yang diturunkan dari sisi maternal tersebut. Hasil yang diperoleh memperlihatkan sekuens mtDNA yang identik antara satu dengan yang lainnya Peranan ilmu kedokteran forensik dalam membantu menyelesaikan kasus-kasus yang berhubungan dengan parentage disputed, baik itu paternity disputed maupun maternity disputed adalah sangat besar. Baik itu melalui pemeriksaan serologi forensik yang sudah mulai ditinggalkan karena keterbatasan-keterbatasan yang ada, maupun dengan pemeriksaan tes DNA inti maupun tes DNA mitokhondria. Kata Kunci : Paternity, DNA, Forensic

Item Type: Other
Additional Information: KK KKA PG.08/10 Kus p
Uncontrolled Keywords: Paternity, DNA, Forensic
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Pidato Guru Besar
Creators:
CreatorsEmail
SOEKRY ERFAN KUSUMA, Prof. Dr. Med. M., dr., SpF., DFM.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 15 Sep 2016 07:55
Last Modified: 09 Jul 2017 18:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/40204
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item