PERAWATAN YANG BENAR UNTUK MEMPERTAHANKAN GIGI ASLI SEBAGAI ALAT PENGUNYAH TERBAIK DAN ADANYA PROSES BIODEGRADASI BAHAN TIRUAN PENGGANTI DALAM MULUT

H. Soegijanto (2000) PERAWATAN YANG BENAR UNTUK MEMPERTAHANKAN GIGI ASLI SEBAGAI ALAT PENGUNYAH TERBAIK DAN ADANYA PROSES BIODEGRADASI BAHAN TIRUAN PENGGANTI DALAM MULUT. AIRLANGGA UNIVERSITY PRESS. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-grey-2011-soegijanto-19767-pg1121-k.pdf

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
411. 40234-ilovepdf-compressed.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sakit gigi dengan segala penderitaannya bukan monopoli manusia modern masa kini saja, ternyata sejak dahulu kala sudah diderita oleh manusia. Sisa manusia Neanderthal dari periode Paleolithic (25.000 th-40.000 th) dan dari masa Pre-Columbian Peruvian, menunjukkan adanya atrisi gigi yang berat sampai jaringan pulpa terbuka yang menyebabkan abses alveoler (Boule, 1921; Moodie, 1929). Pada peradaban yang lebih maju lagi seperti kehidupan masyarakat Mesir kuno seperti yang ditemukan pada mumi, menurut tulisan Ruffer (1921) maupun Leek (1966) membuktikan adanya penyakit gigi. Adapun yang dikatakan perawatan sakit gigi oleh orang-orang Mesir kuno maupun orang Babylonia merupakan mantera-mantera oleh para pendeta dan pemberian semacam pills. Orang-orang China kuno berpendapat bahwa timbulnya abses disebabkan oleh semacam cacing putih (white worm) yang dapat diobati dengan cara pengasapan (Curson, 1965).. Baru setelah ditemukan cara-cara teknik penelitian sedikit ilmiah terhadap jaringan yang terlibat, maka dapat diketahui mengenai jaringan pulpa walau tidak mendalam seperti sekarang (Allen, 1687; Hunter,1771). Demikianlah dengan makin berkembangnya peradaban manusia yang berakibat dengan majunya cara hidup, akibatnya juga terhadap tuntutan akan makin banyaknya variasi jenis makanan. Dengan demikian makanan asli gaya lama dengan banyak berserat yang mempunyai nilai pembersih gigi oleh sifat abrasif terdesak oleh jenis makanan modern yang bersifat lebih halus/lembut (refined food). Makanan modern yang demikian jelas kurang abrasif malahan bersifat cariogenic ialah mudah menyebabkan terjadinya karies pada gigi (Hampson, 1973)

Item Type: Other
Additional Information: KKA KK PG 112/10 Soe p
Uncontrolled Keywords: gigi
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK641-667 Prosthetic dentistry. Prosthodontics
Divisions: Pidato Guru Besar
Creators:
CreatorsEmail
H. SoegijantoUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 19 Sep 2016 05:45
Last Modified: 20 Jun 2017 16:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/40234
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item