BIOFERMENTASI DENGAN INOKULASI 1SOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT PADA PROSES SILASE RUMPUT RAJA

Mimi Lamid, MP., drh and Widya Paramita Lokapimasari, MP., drh (2005) BIOFERMENTASI DENGAN INOKULASI 1SOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT PADA PROSES SILASE RUMPUT RAJA. UNIVERSITAS AIRLANGGA. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-res-2008-authorlami-7257-lp58_08-k.pdf

Download (349kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-res-2008-authorlami-7117-lp58_08.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada proses silase, parameter biofermentasi yang paling utama adalah upaya untuk mencapai tingkat keasaman rendah yaitu pH = 4, yang sering disebut tingkat keasaman kritis. Artinya apabila pH kritis tersebut lambat atau tidak dapat dicapai maka dekomposisi nutrien hijauan akan banyak berlangsung dan dapat dikatakan bahwa tujuan membuat silase menjadi gagal. Bakteri Lactobaccllus sP memberikan kontribusi penting untuk mencapai pH rendah tersebut karena asam laktat yang dihasilkannya bersifat asam. Kultur mikroba yang digunakan dalam penelitian ini merupakan isolat bakteri asam laktat yang terdiri dari genus bakteri Lactobacillus. Rumput raja (Pennisetum hybrid) merupakan hijauan pakan yang berproduksi tinggi dan sudah dikenal oleh peternak sehingga sangat prospektif untuk aplikasi teknologi silase. Penggunaan bakteri asam laktat yang diinokulasikan pada silase rumput raja diharapkan mampu mencapai pH kritis lebih awal, sehingga dihasilkan sehingga diperoleh silase rumput raja yang berkualitas. Pend itian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan isolat bakteri asam laktat terhadap kandungan protein kasar dan sera kasar silase rumput raja. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi kepada peternak agar dapat memanfaatkan isolat bakteri asam laktat sebagai upaya mempertahankan kuahtas rumput raja . Penelitian ini dilakukan di Laboratoritun Makanan Ternak Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Penelitian ini menggunakan kultur bakteri asam laktat yaitu Lactobaccilus sp sebagai inokulum dan hijauan rumput raja. Dosis isolat bakteri asam laktat adalah 0. 5. 10 dan 15 %, dan masing-masing dosis dtambahkan tetes tebu 5 % yang diperam selama 1 bulan. Variabel yang diamati adalah kandungan protein kasar dan serat kasar. Rancangan penelitian yang digtmakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian diperoleh rata-rata kandungan protein kasar silase rumput raja adalah : P (11,2696 %), P1 (14,4445 °o), P2 (15,6933 %) dan P3 (15,4585 °%o). Dari basil analisis varian dapat diketahui bahwa penambahan bakteri Lactobacillus .sp menunjukkan perbedaan yang nyata (p<0,05) terhadap kandungan protein kasar antara PO (0%), P I (5 %) , P2 (10 %) dan P3 (15 %) . Hasil penelitian diperoleh rata-rata kandungan serat kasar silase rumput raja adalah : PO (39,7616%), P1 (36,6872%), P2 (36,0242%) dan P3 (33,5042%). Hasil analisis varian dapat diketahui bahwa penambahan bakteriLactobacillus sp menunjukkan perbedaan yang nyata (p<0,05) terhadap kandungan serat kasar antara PO (0%), P1 (10 %) , P2 (15 %) dan P3 (15 %). Disarankan penggunaan isolat bakteri asam laktat 10 % dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang daya cerna silase rumput raja dengan menggunakan hewan coba.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK LP. 58/08 Lam b
Uncontrolled Keywords: BIOFERMENTASI; INOKULASI 1SOLAT; BAKTERI ASAM LAKTAT
Subjects: Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
Mimi Lamid, MP., drhUNSPECIFIED
Widya Paramita Lokapimasari, MP., drhUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 28 Oct 2016 23:15
Last Modified: 28 Oct 2016 23:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/40461
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item