PENGARUH INJEKSI PROGESTERON SUB KUTAN TERHADAP PENINGKATAN GLUKOSA DARAH TIKUS SECARA SERIAL

Kuncoro Puguh Santoso, M.Kes., drh and Bambang Purwanto (2005) PENGARUH INJEKSI PROGESTERON SUB KUTAN TERHADAP PENINGKATAN GLUKOSA DARAH TIKUS SECARA SERIAL. UNIVERSITAS AIRLANGGA. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-res-2008-santosokun-6234-kkckkl-k.pdf

Download (378kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-res-2008-santosokun-6234-lp10907.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Wanita yang mengkonsumsi mini pil progestin memiliki resiko tiga kali lebih besar menderita diabetes dan delapan puluh persen dari 284 wanita Navajo yang menderita diabetes tipe 2 memiliki riwayat menggunakan injeksi depo provera selama masa menyusui. Diabetes tipe 2 yang diderita oleh wanita dengan riwayat penggunaan injeksi depo progestin diduga berkaitan dengan peningkatan yang berlebih dari konsentrasi progesteron di dalam darah. demikian keterkaitan antara munculnya intoleransi glukosa pada pengguna injeksi progesteron eksogen dengan peningkatan yang berlebih dari konsentrasi progesteron di dalam darah telah jelas. Sayangnya hingga saat ini besarnya dosis pemberian injeksi depo progesteron yang dapat memicu timbulnya perningkatan konsentrasi glukosa darah masih belum dapat diketahui. Injeksi depo progesteron diduga meningkatkan konsentrasi progesteron darah hingga mencapai kondisi progesteron excess seperti hanya yang terjadi pada gestational diabetes. Dua fenomena diketahui terjadi pada kondisi progesteron excess, yaitu terjadinya perangsangan berlebih terhadap sel beta pankreas yang memicu terjadinya hiperinsulinemia. Di sisi lain, transpor glukosa masuk ke dalam sel yang diperantarai insulin mengalami hambatan akibat terganggunya translokasi GLUT 4 memuju membran sel. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh injeksi depo progesteron dengan variasi dosis terhadap perubahan konsentrasi glukosa darah tikus. Dengan demikian dapat diketahui rentang dosis injeksi depo progesteron yang dapat memicu timbulnya peningkatan konsentrasi glukosa darah tikus. Dua puluh empat tikes betina (Rattus norvegicus strain wistar) dipilih secara acak sebagai sampel penelitian dan terbagi menjadi empat kelompok perlakuan, yaitu : kelompok tikus yang mendapatkan injeksi depo progesteron 10 mg tiap minggu, 15 mg tiap minggu, 20 mg tiap minggu dan kelompok kontrol. Pengukuran konsentrasi glukosa dilakukan pada hari ke 0, 11, 18, 25 perlakuan dengan mengambil sampel darah tikus melalui ekor Data hasil; pengukuran dikumpulkan dan dianalisa dengan menggunakan metode statistik SPSS 10.0 for Windows XP. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan konsentrasi glukosa darah mulai hari ke 11 yang dipertahankan hingga hari ke-25 pada hampir seluruh kelompok perlakuan dan kontrol. Konsentrasi glukosa darah yang rendah menunjukkan adanya pengaruh injeksi depo progesteron terhadap tercapainya kondisi hierinsulinemia akibat perangsangan berlebih pada sel beta pankreas. Peningkatan konsentrasi glukosa darah hanya terjadi pada kelompok tikus yang mendapatkan injeksi 20 mg depo progesteron di hari ke-25 perlakuan yang mengindikasikan awal terjadinya gangguan transpor glukosa yang diperantarai insulin melintasi membran sel.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK LP 109/07 San p
Uncontrolled Keywords: Injeksi
Subjects: R Medicine
R Medicine > R Medicine (General) > R5-130.5 General works
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Unair Research > Exacta
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Kuncoro Puguh Santoso, M.Kes., drhUNSPECIFIED
Bambang PurwantoUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 25 Oct 2016 23:32
Last Modified: 25 Oct 2016 23:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/40667
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item