TRANSFER CIRI SEGMENTAL DAN PROSODI: STUDI ARTIKULATORIS DAN AKUSTIK UCAPAN KATA-KATA BAHASA INGGRIS OLEH PENUTUR ASLI BAHASA MADURA DAN MAKASSAR

Sudijah, Dra. MA (2008) TRANSFER CIRI SEGMENTAL DAN PROSODI: STUDI ARTIKULATORIS DAN AKUSTIK UCAPAN KATA-KATA BAHASA INGGRIS OLEH PENUTUR ASLI BAHASA MADURA DAN MAKASSAR. UNIVERSITAS AIRLANGGA. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-res-2008-sudijah-6658-lp8008-t.pdf

Download (378kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
554. 40703.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ciri segmental dan prosodi bahasa ibu (LI) sering memengaruhi pengucapan bahasa kedua (L2). Pengaruh dari LI ini disebut transfer bahasa (language transfer). Transfer negatif sering terjadi ketika seseorang yang telah memiliki aksen bahasa tertentu, mengucapkan bahasa lain, misalnya pelajar bahasa Inggris yang berasal dari Madura atau Makassar, masih sering mengucapkan bahasa Inggris dengan aksen bahasa ibu mereka. Transfer tersebut bisa berada pada tingkat segmental dan tingkat suprasegmental (prosodi) karena adanya berbagai perbedaan antara bahasa ibu mereka dengan bahasa Inggris. Kesulitan yang disebutkan di atas masih mungkin diatasi karena lingkungan sosial dan perilaku manusia akhir-akhir ini berubah dengan sangat cepat. Beberapa ciri segmental dan prosodi mungkin saja mengalami transfer positif jika ditunjang dengan perlakuan khusus. Hal ini dapat diawali dengan analisis ucapan kata-kata bahasa Inggris yang diucapkan oleh para penutur bahasa Madura dan Makassar. Analisis ini akan dapat menentukan ciri segmental dan prosodi bahasa ibu mereka yang tertransfer ke pengucapan kata-kata bahasa Inggris. Selanjutnya, perlakuan khusus berupa pelatihan fonetik artikulatoris dapat diterapkan untuk mengurangi atau menghilangkan terjadinya transfer negatif ciri segmental dan prosodi dari bahasa ibu mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri segmental dan prosodi apa saja yang ditransferkan ke dalam pengucapan kata-kata bahasa Inggris oleh penutur asli bahasa Madura dan Makassar. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh pelatihan fonetik artikulatoris terhadap pengucapan kata-kata bahasa Inggris oleh penutur asli bahasa Madura dan Makassar. Populasi penelitian ini terdiri atas dua kelompok yaitu mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Inggris yang bahasa ibunya adalah bahasa Madura dan yang bahasa ibunya adalah bahasa Makassar. Jumlah responden adalah delapan orang, yang terdiri dari empat penutur asli bahasa Madura dan empat penutur asli bahasa Makassar. Para responden tersebut harus lahir di Madura atau Makassar, menetap di Madura atau Makassar sejak lahir hingga pada saat pengambilan data, kedua orang tua mereka lahir dan menetap di Madura atau Makassar, mampu berbicara dalam bahasa Madura atau Makassar, dan belum pernah melakukan perjalanan atau berkunjung ke negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pertama. Selain itu, mereka juga harus berada di semester dua, program studi Bahasa dan Sastra Inggris, dengan Indeks Prestasi semester satu #8805; 3.00. Semua kriteria tersebut dikirim ke dua universitas, yaitu: Universitas Madura dan Universitas Hasanuddin. Dengan demikian, pemilihan delapan orang responden tersebut banyak bergantung pada pihak yang terkait di masing-masing universitas. Setelah mendapatkan responden yang memenuhi kriteria di atas, peneliti menyusun kata-kata bahasa Inggris yang mencakup semua bunyi yang ada. Para responden diminta mengucapkan kata-kata tersebut dan ucapan mereka direkam. Setelah itu, mereka diberi pelatihan fonetik artikulatoris selama lima hari. Setelah itu, ucapan mereka direkam kembali. Dalam menganalisis data, pertama-tama peneliti mengidentifikasi dan mentranskripsi rekaman dengan menggunakan transkripsi fonetik sesuai dengan International Phonetic Alphabets (IPA). Kedua, peneliti melakukan analisis fonetik artikulatoris dengan berfokus pada bunyi segmental yang mengalami transfer negatif pada saat responden dari penutur bahasa Madura dan Makassar mengucapkan kata-kata bahasa Inggris. Ketiga, peneliti melakukan analisis fonetik akustik dengan berfokus pada ciri prosodi yang mengalami transfer negatif pada saat responden mengucapkan kata-kata bahasa Inggris. Penelitian ini menemukan tujuh bunyi konsonan yang mengalami transfer negatif [k], [z], [v], [S], [0], [O], dan [d], serta sepuluh bunyi vokal yang juga mengalami transfer negatif: [i:], [3:], [o:], [u:], [a:], [æ], [au], [i], dan [e]. Setelah itu, reponden diberikan pelatihan fonetik artikulatoris untuk mengubah perilaku transfer negatif tersebut. Pelatihan ini terbukti cukup berhasil, namun ada tiga bunyi yang masih mengalami transfer negatif, yaitu [z], [v], dan [æ]. Transfer negatif tersebut utamanya disebabkan oleh tidak adanya sistem bunyi tersebut dalam bahasa Indonesia, Madura, dan Makassar, serta pengaruh wicara cepat. Ciri prosodi yang mengalami transfer negatif, tidak nampak jika hanya didengarkan dengan menggunakan telinga. Akan tetapi, transfer ciri prosodi tersebut cukup nampak jika menggunakan peranti lunak fonetik akustik. Penutur bahasa Madura cenderung menunjukkan arah nada dari tinggi ke rendah, sedangkan penutur bahasa Makassar cenderung menunjukkan arah nada dari rendah ke tinggi.

Item Type: Other
Additional Information: KKB KK-2 LP 80/08 Sud t
Uncontrolled Keywords: Prosidi; artikulatoris; akuistik bahasa
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
P Language and Literature > PJ Semitic > PJ6073-7144 Language
Creators:
CreatorsEmail
Sudijah, Dra. MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 23 Oct 2016 23:07
Last Modified: 21 Jun 2017 18:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/40703
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item